(VOVWORLD) - Dari tgl 15 sampai 16 Mei, Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra akan melakukan kunjungan resmi ke Vietnam dan bersama-sama memimpin Persidangan bersama ke-4 Kabinet Vietnam-Thailand. Kunjungan ini tidak hanya menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral saja, tetapi juga membuka peluang-peluang kerja sama yang intensif dan ekstensif antara dua negara, khususnya merealisasikan target mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 25 miliar USD dalam waktu dekat.
Dubes Thailand untuk Vietnam, Urawadee Sriphiromya. Foto: MediaVOV5 |
Kunjungan PM Thailand berlangsung pada latar belakang kedua negara siap memperingati HUT ke-50 penggalangan hubungan diplomatik (1976-2026). Kunjungan ini akan mengarahkan gagasan-gagasan kerja sama ekonomi baru, memperkokoh dengan mantap hubungan Kemitraan strategis dan meningkatkan hubungan ke level yang lebih tinggi.
Menuju ke target pertukaran dagang yang lebih tinggi
Vietnam dan Thailand merupakan dua negara di kawasan Asia Tenggara yang menjalin hubungan yang erat, dekat dan hangat di banyak aspek. Ini merupakan fondasi yang mantap bagi kerja sama bilateral untuk berkembang, terutama di bidang kerja sama ekonomi.
Thailand sekarang merupakan mitra dagang terbesar bagi Vietnam dalam ASEAN dan menduduki posisi ke-9 di antara negara-negara yang melakukan investasi terbesar di Vietnam. Para investor Thailand telah melakukan investasi di Vietnam sejak sangat dini, berbisnis di multicabang, multibidang. Duta Besar (Dubes) Thailand untuk Vietnam, Urawadee Sriphiromya menegaskan:
Melalui kontak dengan kalangan badan usaha, saya melihat bahwa semua investor sangat percaya pada potensi dan kebijakan-kebijakan bantuan dari Vietnam untuk mendorong investasi, mereka menganggap bahwa Vietnam tetap menjadi destinasi investasi nomor 1 bagi Thailand di luar negeri. Para investor Thailand selalu berada dalam 10 besar para investor asing di Vietnam dengan todal modal terdaftar sebesar 14 miliar USD dengan bidang-bidang yang beragam, yang tipikal ialah pusat-pusat perbelanjaan Go dari Grup Central Retail, zona-zona industri dari Grup Amata, WHA, dll.
Dubes Thailand untuk Vietnam dan wartawan VOV. Foto: MediaVOV5 |
Pada tahun lalu, meski menghadapi banyak tantangan dari kawasan dan dunia, nilai perdagangan bilateral antara dua negara tetap meningkat 6,3% dibandingkan dengan tahun 2023, mencapai lebih dari 20 miliar USD. Kerja sama daerah diperluas dengan 19 pasangan provinsi dan kota yang telah menandatangani kesepakatan kerja sama dan persaudaraan.
Di atas fondasi itu, pembahasan tentang solusi-solusi untuk mendorong perdagangan bersama antara dua negara pasti akan menjadi isi titik berat dari kedua PM dalam kunjungan PM Paetongtarn Shinawatra ke Vietnam kali ini.
Mendorong strategi Tiga konektivitas
Sekarang ini, kedua negara juga sedang melaksanakan dengan efektif Program aksi penggelaran hubungan Kemitraan strategis yang diperkuat Vietnam-Thailand periode 2022-2027, di antaranya ada strategi “Tiga konektivitas” yang terdiri dari: Konektivitas rantai pasokan di berbagai cabang; Konektivitas badan-badan usaha dan daerah dua negara; Konektivitas strategi-strategi pembangunan yang berkelanjutan. Belakangan ini, Thailand telah mengesahkan beberapa proyek pengembangan ekonomi di daerah Timur Laut Thailand, tempat tinggal dari komunitas orang Thailand keturunan Vietnam. Sarjana Kavi Chongkittavorn, peneliti dunia internasional primer di Thailand, memberitahukan:
Ini merupakan satu proyek yang sangat baik karena merekomendasikan “Tiga konektivitas” di tingkat basis. Kita memiliki rantai pasokan, produsen daerah, komunitas daerah yang saling terhubung dan proyek ini akan menghubungkan daerah Timur Laut Thailand dengan Vietnam Tengah, membantu badan usaha dua negara bekerja sama dalam transaksi perdagangan maupun silaturahmi rakyat.
Di bidang transportasi dan logistik yang sangat potensial, sekarang ini baik Vietnam maupun Thailand aktif menginvestasikan infrastruktur perhubungan sehingga mobilitas antara dua negara menjadi sangat nyaman, meski tidak ada garis perbatasan bersama. Tentang potensi ini, Dubes Urawadee Sriphiromya mengatakan:
Thailand berencana mengembangkan jalur kereta api, sementara itu Vietnam juga membuat rencana-rencana pengembangan infrastruktur di banyak bidang. Oleh karena itu, kita memiliki banyak syarat untuk mengembangkannya, khususnya perhubungan-transportasi, di antaranya ada transportasi barang dari Thailand ke Vietnam.
Dubes Urawadee Sriphiromya berbagi pendapat kepada wartawan VOV. Foto: MediaVOV5 |
Berdasarkan hasil-hasil kerja sama selama ini, kunjungan PM Thailand, Paetongtarn Shinawatra ke Vietnam akan membuka peluang-peluang kerja sama yang intensif dan ekstensif antara dua negara, merealisasikan target meningkatkan nilai perdagangan bilateral, mendorong proyek-proyek konektivitas daerah yang memberikan kepentingan kepada masing-masing negara dalam konteks ekonomi dunia yang penuh dengan gejolak. Kunjungan ini juga turut memperkokoh kerja sama dalam ASEAN ketika baik Vietnam maupun Thailand selalu aktif saling mendukung dan membantu dalam memperkuat kekuatan ASEAN./.