(VOVWORLD) - Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh dan Istri, pada tgl 04 Juli, mengepalai Delegasi tingkat tinggi Vietnam untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Ekonomi Berkembang (BRICS) yang diperluas tahun 2025 dan melakukan kegiatan bilateral di Republik Federasi Brasil, atas undangan Presiden, Lula da Silva.
Ini merupakan kegiatan diplomatik Vietnam yang menonjol pada tahun ini, tidak hanya memanifestasikan peranan Vietnam yang proaktif dan aktif dalam kerja sama internasional, tetapi juga menegaskan suara negara-negara berkembang, membuka peluang untuk menuju ke pasar-pasar baru di konteks perdagangan global yang mengalami banyak gejolak.
PM Pham Minh Chinh dan Istri (Foto; baochinhphu.vn) |
Perkokoh Jembatan Penghubung Kerja Sama dengan Amerika Latin
Ini untuk pertama kalinya Vietnam sebagai negara mitra mengahdiri KTT BRICS yang diperluas. Hal ini membantu Vietnam memiliki forum tambahan untuk berbagi pengalaman dan pandangan serta bersama-sama menangani masalah global, khususnya yang terkait dengan perkembangan ekonomi-perdagangan-investasi dan keamanan internasional.
Dengan tema KTT BRICS 2025 yaitu “Mendorong kerja sama belahan Selatan demi tata kelola yang inklusif dan berkesinambungan”, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Nguyen Minh Hang menegaskan:
“Tema KTT ini memenuhi kepentingan negara-negara berkembang saat ini. PM Pham Minh Chinh bersama-sama dengan para pemimpin, negara-negara BRICS, negara-negara mitra, dan negara-negara yang diundang mendiskusikan solusi-solusi untuk mendorong solidaritas internasional, mendorong kerja sama sebelah Selatan guna membangun satu tata kelola global secara transparan, inklusif, berkesinambungan yang lebih memenuhi kepentingan negara-negara di komunitas internasional, khususnya negara-negara berkembang”.
Kehadiran Vietnam pada Konferensi BRICS kali ini membantu Vietnam mempunyai peluang dalam memperluas kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS maupun negara-negara lain, terutama pasar Amerika Latin yang potensial. Di upacara peresmian Kedutaan Besar (Kedubes) Argentina di Kota Hanoi pada tgl 01 Juli lalu, Wakil Sekretaris negara Agustin Tejeda Rodriguez menekankan keinginan memperkuat kerja sama dengan Vietnam.
“Hubungan ekonomi dan perdagangan antara Vietnam dan Argentina selama ini bertumbuh lebih kuat, tetapi masih jauh dari potensi perkembangan yang dimiliki masing-masing negara. Maka, kami sangat ingin melakukan kerja sama dengan Vietnam untuk menghapuskan dan mengurangi semua rintangan dan hambatan bagi perdagangan dan investasi antara dua negara”.
Makna Penting di Segi Bilateral
Secara bilateral, hubungan kerja sama antara Vietnam dengan Brasil sedang berkembang baik dalam rangka kemitraan strategis. Ini merupakan kunjungan kerja pertama yang dilaksanakan PM Vietnam, Pham Minh Chinh ke Brasil setelah kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan strategis pada bulan November tahun 2024.
Kunjungan PM kali ini turut mewujudkan dan mendorong semua hasil efektif dan substansial di bidang-bidang kerja sama, pertanian, investasi dan kerja sama di bidang-bidang baru tentang sains-teknologi, inovasi kreatif untuk merealisasikan target-target pembangunan tanah air. Deputi Menlu Nguyen Minh Hang menegaskan:
“Kunjungan kali ini turut mendorong hasil-hasil konkret dalam membuka pasar bagi komoditas kedua belah pihak. Ini merupakan hasil yang sangat penting dalam konteks Vietnam ang sedang memperkuat keanekaragaman pasar, produk dan rantai pasokan. Brasil merupakan pasar yang agak besar bagi barang ekspor Vietnam”.
Di kontek itu, kunjungan kerja PM Pham Minh Chinh mendorong hubungan Vietnam-Brasil. Yang lebih penting ialah turut mendorong hubungan Vietnam dengan salah satu pasar potensial di Amerika Latin dan Karibia. Kunjungan ini terus meningkatkan lebih jauh posisi Vietnam di forum-forum multilateral, menegaskan Vietnam “menjadi sahabat, mitra yang tepercaya” untuk sahabat internasional.