Tarian Tung Tung Da Da - Tarian Tradisional dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
(VOVWORLD) - “Tung Tung da da” merupakan tarian tradisional khas dari warga etnsi minoritas Co Tu yang sifat kolektifnya sangat tinggi. Ini tarian indah dan menyenangkan yang menarik partisipasi dari banyak peserta. Tarian “tung tung da da” menunjukkan perpaduan yang serasi antara laki-laki dan perempuan, melambangkan paduan antara unsur Yin dan Yang di alam semesta.
Tarian Tung Tung Da Da - Tarian Tradisional dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
Tarian Tung Tung Da Da - Tarian Tradisional dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
(VOVWORLD) - “Tung Tung da da” merupakan tarian tradisional khas dari warga etnsi minoritas Co Tu yang sifat kolektifnya sangat tinggi. Ini tarian indah dan menyenangkan yang menarik partisipasi dari banyak peserta. Tarian “tung tung da da” menunjukkan perpaduan yang serasi antara laki-laki dan perempuan, melambangkan paduan antara unsur Yin dan Yang di alam semesta.
Ket Tong – Adat yang khas dan humanis dari warga etnis minoritas Tay
(VOVWORLD) - Warga etnis minoritas Tay biasanya tinggal bersama dalam desa kecil, di dukuh-dukuh terpencil, sehingga pemuda dan pemudi etnis Tay selalu ingin mencari teman untuk memperluas silaturahmi dan saling belajar satu sama lain.
Ket Tong – Adat yang khas dan humanis dari warga etnis minoritas Tay
Ket Tong – Adat yang khas dan humanis dari warga etnis minoritas Tay
(VOVWORLD) - Warga etnis minoritas Tay biasanya tinggal bersama dalam desa kecil, di dukuh-dukuh terpencil, sehingga pemuda dan pemudi etnis Tay selalu ingin mencari teman untuk memperluas silaturahmi dan saling belajar satu sama lain.
Guol – Simbol Budaya dan Jiwa dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
(VOVWORLD) - Ketika berbicara tentang warga etnis minoritas Co Tu, harus menyebutkan Guol. Guol bukan hanya bangunan rumah dengan arsitektur yang unik, produk budaya yang khas, tetapi juga memiliki karakteristik teritorial yang tersendiri dari masyarakat Co Tu. Guol sebagai simbol yang sakral dan sangat dekat dalam kehidupan masyarakat Co Tu.
Guol – Simbol Budaya dan Jiwa dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
Guol – Simbol Budaya dan Jiwa dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
(VOVWORLD) - Ketika berbicara tentang warga etnis minoritas Co Tu, harus menyebutkan Guol. Guol bukan hanya bangunan rumah dengan arsitektur yang unik, produk budaya yang khas, tetapi juga memiliki karakteristik teritorial yang tersendiri dari masyarakat Co Tu. Guol sebagai simbol yang sakral dan sangat dekat dalam kehidupan masyarakat Co Tu.
Kue Kecil yang Berisi Cinta Antaribu dan Anak dari Warga Etnis Minoritas Cao Lan
(VOVWORLD) - Dalam dunia kuliner warga etnis minoritas Cao Lan yang beragam dan halus, kue burung Gau adalah makanan yang lugas dan sangat sederhana. Rasa daun pandan yang aneh dan aroma manis beras ketan di musim nasi yang baru membuat kue burung Gau menjadi makanan yang kental dengan identitas budaya etnisnya. Makanan itu dilestarikan dan diwariskan oleh para ibu dan kakak etnis Cao Lan dari generasi ke generasi hingga saat ini.
Kue Kecil yang Berisi Cinta Antaribu dan Anak dari Warga Etnis Minoritas Cao Lan
Kue Kecil yang Berisi Cinta Antaribu dan Anak dari Warga Etnis Minoritas Cao Lan
(VOVWORLD) - Dalam dunia kuliner warga etnis minoritas Cao Lan yang beragam dan halus, kue burung Gau adalah makanan yang lugas dan sangat sederhana. Rasa daun pandan yang aneh dan aroma manis beras ketan di musim nasi yang baru membuat kue burung Gau menjadi makanan yang kental dengan identitas budaya etnisnya. Makanan itu dilestarikan dan diwariskan oleh para ibu dan kakak etnis Cao Lan dari generasi ke generasi hingga saat ini.
Pagoda Khmer melestarikan bahasa dan aksara Khmer
(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas Khmer, pagoda bukan hanya tempat kegiatan keagamaan saja, tetapi juga merupakan tempat mengajar, memberikan pendidikan moral dan cara berperilaku dengan baik. Di seluruh Provinsi Soc Trang terdapat 92 pagoda, dan semua pagoda itu membuka kelas mengajarkan bahasa Khmer. Ini adalah pekerjaan sangat bermakna yang dilakukan pagoda-pagoda, turut melestarikan bahasa dan aksara Khmer.
Pagoda Khmer melestarikan bahasa dan aksara Khmer
Pagoda Khmer melestarikan bahasa dan aksara Khmer
(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas Khmer, pagoda bukan hanya tempat kegiatan keagamaan saja, tetapi juga merupakan tempat mengajar, memberikan pendidikan moral dan cara berperilaku dengan baik. Di seluruh Provinsi Soc Trang terdapat 92 pagoda, dan semua pagoda itu membuka kelas mengajarkan bahasa Khmer. Ini adalah pekerjaan sangat bermakna yang dilakukan pagoda-pagoda, turut melestarikan bahasa dan aksara Khmer.
Menerangi Daerah Pegunungan Can Ho dari Kelas-Kelas Pemberantasan Buta Huruf
(VOVWORLD) - Selama berbulan-bulan ini, kelas pemberantasan buta huruf bahasa nasional (Bahasa Vietnam) di kecamatan perbatasan Can Ho, Kabupaten Muong Te, Provinsi Lai Chau berlangsung secara bergelora pada setiap malam. Para siswa semuanya dalam usia nenek dan ibu, baru saja mulai mengenal huruf- huruf, tetapi semua orang berupaya keras demi impian bisa membaca, menulis, dan membawa ilmu yang mereka peroleh untuk menerangi desa dan kampung halamannya pada hari esok.
Menerangi Daerah Pegunungan Can Ho dari Kelas-Kelas Pemberantasan Buta Huruf
Menerangi Daerah Pegunungan Can Ho dari Kelas-Kelas Pemberantasan Buta Huruf
(VOVWORLD) - Selama berbulan-bulan ini, kelas pemberantasan buta huruf bahasa nasional (Bahasa Vietnam) di kecamatan perbatasan Can Ho, Kabupaten Muong Te, Provinsi Lai Chau berlangsung secara bergelora pada setiap malam. Para siswa semuanya dalam usia nenek dan ibu, baru saja mulai mengenal huruf- huruf, tetapi semua orang berupaya keras demi impian bisa membaca, menulis, dan membawa ilmu yang mereka peroleh untuk menerangi desa dan kampung halamannya pada hari esok.
"Lepas dari Kabut” - Kisah tentang Seorang Perempuan Etnis Mong Yang Mengatasi Adat “Menangkap Istri“
(VOVWORLD) - Adat “Menarik istri” adalah satu adat tradisional warga etnis minoritas Mong dan beberapa etnis minoritas lain di daerah Tay Bac (daerah Barat Laut), Vietnam Utara. “Penarikan istri” biasanya berlangsung di pasar, ketika ada festival, ketika pasangan telah jatuh cinta sebelumnya dan pihak laki-laki hanya “menarik istri” saat siap menikah.
"Lepas dari Kabut” - Kisah tentang Seorang Perempuan Etnis Mong Yang Mengatasi Adat “Menangkap Istri“
"Lepas dari Kabut” - Kisah tentang Seorang Perempuan Etnis Mong Yang Mengatasi Adat “Menangkap Istri“
(VOVWORLD) - Adat “Menarik istri” adalah satu adat tradisional warga etnis minoritas Mong dan beberapa etnis minoritas lain di daerah Tay Bac (daerah Barat Laut), Vietnam Utara. “Penarikan istri” biasanya berlangsung di pasar, ketika ada festival, ketika pasangan telah jatuh cinta sebelumnya dan pihak laki-laki hanya “menarik istri” saat siap menikah.
Para Sesepuh Desa, Orang-Orang yang Berwibawa – Jembatan Hubungan Yang Membangun Persatuan Besar Nasional di Provinsi Dak Lak
(VOVWORLD) - Selama bertahun-tahun ini, barisan sesepuh desa dan orang-orang yang berwibawa di Provinsi Dak Lak telah menegaskan peranan mereka dalam menyosialisasikan, memobilisasi, menyebarkan dan memberikan pendidikan tentang undang-undang bagi warga etnis minoritas. Kegiatan barisan sesepuh desa dan orang-orang yang berwibawa telah turut melestarikan kebudayaan, mengembangkan sosial-ekonomi, dan memperkuat persatuan nasional dari basis.
Para Sesepuh Desa, Orang-Orang yang Berwibawa – Jembatan Hubungan Yang Membangun Persatuan Besar Nasional di Provinsi Dak Lak
Para Sesepuh Desa, Orang-Orang yang Berwibawa – Jembatan Hubungan Yang Membangun Persatuan Besar Nasional di Provinsi Dak Lak
(VOVWORLD) - Selama bertahun-tahun ini, barisan sesepuh desa dan orang-orang yang berwibawa di Provinsi Dak Lak telah menegaskan peranan mereka dalam menyosialisasikan, memobilisasi, menyebarkan dan memberikan pendidikan tentang undang-undang bagi warga etnis minoritas. Kegiatan barisan sesepuh desa dan orang-orang yang berwibawa telah turut melestarikan kebudayaan, mengembangkan sosial-ekonomi, dan memperkuat persatuan nasional dari basis.
Kebudayaan Etnis Minoritas Khmer yang Unik di Provinsi Soc Trang
(VOVWORLD) - Etnis Khmer adalah salah satu dari 54 etnis di Vietnam. Warga etnis minoritas Khmer pada pokoknya tinggal di provinsi-provinsi di Vietnam Selatan, di antaranya yang paling banyak di Provinsi Soc Trang. Etnis Khmer memiliki tradisi budaya yang kuno, unik dan kaya, dimanifestasikan dalam seni nyanyi, tari, musik, sastra, festival, agama, arsitektur pagoda, pakaian tradisional, dan lain-lain.
Kebudayaan Etnis Minoritas Khmer yang Unik di Provinsi Soc Trang
Kebudayaan Etnis Minoritas Khmer yang Unik di Provinsi Soc Trang
(VOVWORLD) - Etnis Khmer adalah salah satu dari 54 etnis di Vietnam. Warga etnis minoritas Khmer pada pokoknya tinggal di provinsi-provinsi di Vietnam Selatan, di antaranya yang paling banyak di Provinsi Soc Trang. Etnis Khmer memiliki tradisi budaya yang kuno, unik dan kaya, dimanifestasikan dalam seni nyanyi, tari, musik, sastra, festival, agama, arsitektur pagoda, pakaian tradisional, dan lain-lain.
Provinsi Ba Ria-Vung Tau Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Etnis Minoritas
(VOVWORLD) - Di Provinsi Ba Ria-Vung Tau terdapat hampir 9.000 keluarga dengan populasi 25.700 jiwa dari 38 etnis minoritas, menduduki 2,3% dari populasi seluruh provinsi. Warga etnis minoritas di provinsi ini sebagian besar adalah etni- etnis: Hoa, Khmer, Tay, Nung, Chau ro dan lain-lain hidup berselang-seling dengan etnis Kinh di kabupaten-kabupaten Chau Duc, Xuyen Moc dan Kota Vung Tau. Dengan mendapat perhatian, kepedulian dan peningkatan kualitas hidup dari pemerintahan setempat, warga etnis-etnis minoritas di daerah hari demi hari menggeliat dalam kehidupan, bersatu membangun kampung halaman.
Provinsi Ba Ria-Vung Tau Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Etnis Minoritas
Provinsi Ba Ria-Vung Tau Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Etnis Minoritas
(VOVWORLD) - Di Provinsi Ba Ria-Vung Tau terdapat hampir 9.000 keluarga dengan populasi 25.700 jiwa dari 38 etnis minoritas, menduduki 2,3% dari populasi seluruh provinsi. Warga etnis minoritas di provinsi ini sebagian besar adalah etni- etnis: Hoa, Khmer, Tay, Nung, Chau ro dan lain-lain hidup berselang-seling dengan etnis Kinh di kabupaten-kabupaten Chau Duc, Xuyen Moc dan Kota Vung Tau. Dengan mendapat perhatian, kepedulian dan peningkatan kualitas hidup dari pemerintahan setempat, warga etnis-etnis minoritas di daerah hari demi hari menggeliat dalam kehidupan, bersatu membangun kampung halaman.
