Ep, benda yang dikaitkan dengan perempuan etnis minoritas Thai di daerah Tay Bac
(VOVWORLD) - Ketika masuk ke hutan, mengambil rebung atau pergi ke ladang, ke huma, perempuan etnis minoritas Thai tidak lupa membawa Ep-benda yang disangkutan di bahu (atau disebut Ca Ep) yang dibuat dari anyaman bambu. Ini merupakan salah satu di antara benda-benda yang sangat khas dan turut mempercantik citra perempuan Thai di daerah Tay Bac (daerah Barat Laut, Viet Nam Utara).
Ep, benda yang dikaitkan dengan perempuan etnis minoritas Thai di daerah Tay Bac
Ep, benda yang dikaitkan dengan perempuan etnis minoritas Thai di daerah Tay Bac
(VOVWORLD) - Ketika masuk ke hutan, mengambil rebung atau pergi ke ladang, ke huma, perempuan etnis minoritas Thai tidak lupa membawa Ep-benda yang disangkutan di bahu (atau disebut Ca Ep) yang dibuat dari anyaman bambu. Ini merupakan salah satu di antara benda-benda yang sangat khas dan turut mempercantik citra perempuan Thai di daerah Tay Bac (daerah Barat Laut, Viet Nam Utara).
Adat istiadat kebudayaan etnis minoritas Ma
(VOVWORLD) - Di antara 54 etnis di Viet Nam, warga etnis Ma merupakan etnis minoritas dengan jumlah penduduknya kira-kira 40.000 orang, bermukim di 34 provinsi dan kota di seluruh Viet Nam, tetapi sebagian besar mereka bermukim di dua Provinsi Lam Dong dan Dong Nai. Dari generasi ke generasi, mereka pada pokoknya hidup berhuma, oleh karena itu, mereka tetap berhasil mempertahankan banyak adat istiadat dan kepercayaan kebudayaan yang kental dengan selar etnisnya.
Adat istiadat kebudayaan etnis minoritas Ma
Adat istiadat kebudayaan etnis minoritas Ma
(VOVWORLD) - Di antara 54 etnis di Viet Nam, warga etnis Ma merupakan etnis minoritas dengan jumlah penduduknya kira-kira 40.000 orang, bermukim di 34 provinsi dan kota di seluruh Viet Nam, tetapi sebagian besar mereka bermukim di dua Provinsi Lam Dong dan Dong Nai. Dari generasi ke generasi, mereka pada pokoknya hidup berhuma, oleh karena itu, mereka tetap berhasil mempertahankan banyak adat istiadat dan kepercayaan kebudayaan yang kental dengan selar etnisnya.
Keelokan asrmara dalam selendang Pieu kaum perempuan etnis minoritas Thai
(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas Thai Hitam yang hidup di daerah pegunungan Tay Bac (Viet Nam Barat Laut), selendang Pieu punya arti di segi spiritualitas, dimisalkan sebagai satu benda jaminan dalam hubungan asmara, sebagian dari pakaian yang menciptakan keindahan tersendiri bagi kaum perempuan. Oleh karena itu, sebagai perempuan dari etnis minoritas Thai Hitam, maka semuanya harus tahu menyulam dan membuat selendang Pieu.
Keelokan asrmara dalam selendang Pieu kaum perempuan etnis minoritas Thai
Keelokan asrmara dalam selendang Pieu kaum perempuan etnis minoritas Thai
(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas Thai Hitam yang hidup di daerah pegunungan Tay Bac (Viet Nam Barat Laut), selendang Pieu punya arti di segi spiritualitas, dimisalkan sebagai satu benda jaminan dalam hubungan asmara, sebagian dari pakaian yang menciptakan keindahan tersendiri bagi kaum perempuan. Oleh karena itu, sebagai perempuan dari etnis minoritas Thai Hitam, maka semuanya harus tahu menyulam dan membuat selendang Pieu.
Ciri khas dari upacara menyedakahi padi baru dari warga etnis minoritas M’nong Gar
(VOVWORLD) - Upacara menyedekahi padi baru merupakan adat istiadat yang sudah ada sejak lama dari semua etnis yang hidup di barisan gunung Truong Son, Daerah Tay Nguyen untuk memuliakan gabah pemberian dewa kepada warga dukuh dan memohon supaya cuaca baik, panenan berlimpah-limpah dan keluarga hidup makmur. Dalam rangka Festival Kopi Buon Ma Thuot ke-7 tahun 2019, Provinsi Dak Lak telah merekonstruksikan upacara menyedakahi padi baru dari warga etnis minoritas M’nong Gar sehingga memberikan penghayatan yang menyenangkan dan menarik bagi wisatawan.
Ciri khas dari upacara menyedakahi padi baru dari warga etnis minoritas M’nong Gar
Ciri khas dari upacara menyedakahi padi baru dari warga etnis minoritas M’nong Gar
(VOVWORLD) - Upacara menyedekahi padi baru merupakan adat istiadat yang sudah ada sejak lama dari semua etnis yang hidup di barisan gunung Truong Son, Daerah Tay Nguyen untuk memuliakan gabah pemberian dewa kepada warga dukuh dan memohon supaya cuaca baik, panenan berlimpah-limpah dan keluarga hidup makmur. Dalam rangka Festival Kopi Buon Ma Thuot ke-7 tahun 2019, Provinsi Dak Lak telah merekonstruksikan upacara menyedakahi padi baru dari warga etnis minoritas M’nong Gar sehingga memberikan penghayatan yang menyenangkan dan menarik bagi wisatawan.
Kejuruan tukang besi dari warga etnis minoritas Nung An di Provinsi Cao Bang
(VOVWORLD) - Phuc Sen adalah satu kecamatan pegunungan tempat hunian warga etnis minoritas Nung di Kabupaten Quang Uyen, Provinsi Cao Bang (Viet Nam Utara). Di Kecamatan Phuc Sen sekarang ini ada 420 kepala keluarga dengan kira-kira 2.000 orang warga etnis minoritas Nung yang dibagi menjadi banyak cabang kecil seperti Nung An, Nung Inh, Nung Loi dan lain-lain. Warga etnis minoritas di daerah ini mengalami perkembangan sejarah yang sudah ada sejak lama, memiliki khazanah adat istiadat kebudayaan tradisional yang khas. Khususnya, warga etnis Nung An di daerah ini memiliki kejuruan tukang besi manual tradisional yang terkenal di seluruh Viet Nam.
Kejuruan tukang besi dari warga etnis minoritas Nung An di Provinsi Cao Bang
Kejuruan tukang besi dari warga etnis minoritas Nung An di Provinsi Cao Bang
(VOVWORLD) - Phuc Sen adalah satu kecamatan pegunungan tempat hunian warga etnis minoritas Nung di Kabupaten Quang Uyen, Provinsi Cao Bang (Viet Nam Utara). Di Kecamatan Phuc Sen sekarang ini ada 420 kepala keluarga dengan kira-kira 2.000 orang warga etnis minoritas Nung yang dibagi menjadi banyak cabang kecil seperti Nung An, Nung Inh, Nung Loi dan lain-lain. Warga etnis minoritas di daerah ini mengalami perkembangan sejarah yang sudah ada sejak lama, memiliki khazanah adat istiadat kebudayaan tradisional yang khas. Khususnya, warga etnis Nung An di daerah ini memiliki kejuruan tukang besi manual tradisional yang terkenal di seluruh Viet Nam.
Etnis minoritas Co Lao
(VOVWORLD) - Co Lao adalah salah satu di antara -etnis-etnis minoritas di Vietnam. Warga etnis Co Lao dibagi menjadi kelompok-kelompok lokal, terdiri dari warga Co Lao Hijau, Co Lao Putih, Co Lao Merah dengan populasi kira-kira 3000 orang, mereka pada pokoknya bermukim di Provinsi Ha Giang, (Vietnam Utara). Warga etnis Co Lao dulu mempunyai bahasa sendiri, tapi sekarang ini, mayoritas warga etnis Co Lao yang muda tidak bisa berbahasa Ibu lagi. Dalam proses temu pergaulan budayadengan banyak etnis yang lain, mereka bisa berbahasa Guan Hun, bahasa etnis Nung, bahasa Pu Peo, bahasa H’mong dan sebagainya.
Etnis minoritas Co Lao
Etnis minoritas Co Lao
(VOVWORLD) - Co Lao adalah salah satu di antara -etnis-etnis minoritas di Vietnam. Warga etnis Co Lao dibagi menjadi kelompok-kelompok lokal, terdiri dari warga Co Lao Hijau, Co Lao Putih, Co Lao Merah dengan populasi kira-kira 3000 orang, mereka pada pokoknya bermukim di Provinsi Ha Giang, (Vietnam Utara). Warga etnis Co Lao dulu mempunyai bahasa sendiri, tapi sekarang ini, mayoritas warga etnis Co Lao yang muda tidak bisa berbahasa Ibu lagi. Dalam proses temu pergaulan budayadengan banyak etnis yang lain, mereka bisa berbahasa Guan Hun, bahasa etnis Nung, bahasa Pu Peo, bahasa H’mong dan sebagainya.
Upacara sedekah kepada dermaga air dan kehormatan terhadap sumber hidup-nya dari warga etnis minoritas E De
(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas E De, dermaga air adalah tempat dewa tinggal dan melaksanakan kekuasaannya. Oleh karena itu, menurut tradidi, setelah masa panenan, sebelum memasuki masa produksi baru, warga berterimamasih kepada para dewa yang sudah memberikan cuaca yang baik dan kemujuran kepada banyak warga. Selain arti tentang kejiwaan, ini juga merupakan manifestasi dari rasa hormat warga terhadap sumbere pengadaan air untuk hidupnya warga E De.
Upacara sedekah kepada dermaga air dan kehormatan terhadap sumber hidup-nya dari warga etnis minoritas E De
Upacara sedekah kepada dermaga air dan kehormatan terhadap sumber hidup-nya dari warga etnis minoritas E De
(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas E De, dermaga air adalah tempat dewa tinggal dan melaksanakan kekuasaannya. Oleh karena itu, menurut tradidi, setelah masa panenan, sebelum memasuki masa produksi baru, warga berterimamasih kepada para dewa yang sudah memberikan cuaca yang baik dan kemujuran kepada banyak warga. Selain arti tentang kejiwaan, ini juga merupakan manifestasi dari rasa hormat warga terhadap sumbere pengadaan air untuk hidupnya warga E De.
Adat menyedekahi nasi baru dari warga etnis minoritas La Ha
(VOVWORLD) - La Ha merupakan etnis minoritas yang pada pokoknya hidup di daerah Tay Bac (atau daerah Barat Laut-Vietnam Utara) negeri Vietnam. Kehidupan warga etnis La Ha sama sekali bergantung pada pertanian, dari situ satu adat, kepercayaan dan jati diri budaya yang berkaitan dengan proses kerja, produksi telah terbentuk dan salah satu di antara adat-adat yang khas itu ialah adat menyedekahi nasi baru.
Adat menyedekahi nasi baru dari warga etnis minoritas La Ha
Adat menyedekahi nasi baru dari warga etnis minoritas La Ha
(VOVWORLD) - La Ha merupakan etnis minoritas yang pada pokoknya hidup di daerah Tay Bac (atau daerah Barat Laut-Vietnam Utara) negeri Vietnam. Kehidupan warga etnis La Ha sama sekali bergantung pada pertanian, dari situ satu adat, kepercayaan dan jati diri budaya yang berkaitan dengan proses kerja, produksi telah terbentuk dan salah satu di antara adat-adat yang khas itu ialah adat menyedekahi nasi baru.
Upacara Phua Chuong dari warga etnis minoritas Dao merah di Provinsi Yen Bai-Vietnam Utara
(VOVWORLD) - Seperti halnya dengan etnis-etnis yang lain, warga etnis minoritas Dao merah merayakan Hari Raya Baru Tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet). Untuk menyatakan rasa hormat kepada nenek moyang, orang-orang yang sudah meninggal, pada kesempatan Hari Raya Tet, warga Dao merah mengadakan upacara mengundang nenek moyang datang ke rumah untuk bersama-sama merayakan Hari Raya Tet dan setelah Hari Raya Tet, mereka mengadakan upacara melepas nenek moyang kembali ke dunia baka (atau disebut Phua Chuong). Ini merupakan salah satu di antara adat-adat yang khas dari warga Dao merah yang hidup di daerah Tay Bac (atau Barat Laut, Vietnam Utara).
Upacara Phua Chuong dari warga etnis minoritas Dao merah di Provinsi Yen Bai-Vietnam Utara
Upacara Phua Chuong dari warga etnis minoritas Dao merah di Provinsi Yen Bai-Vietnam Utara
(VOVWORLD) - Seperti halnya dengan etnis-etnis yang lain, warga etnis minoritas Dao merah merayakan Hari Raya Baru Tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet). Untuk menyatakan rasa hormat kepada nenek moyang, orang-orang yang sudah meninggal, pada kesempatan Hari Raya Tet, warga Dao merah mengadakan upacara mengundang nenek moyang datang ke rumah untuk bersama-sama merayakan Hari Raya Tet dan setelah Hari Raya Tet, mereka mengadakan upacara melepas nenek moyang kembali ke dunia baka (atau disebut Phua Chuong). Ini merupakan salah satu di antara adat-adat yang khas dari warga Dao merah yang hidup di daerah Tay Bac (atau Barat Laut, Vietnam Utara).
Instrumen musik gambang batu, irama yang unik dari etnis-etnis di daerah Tay Nguyen
(VOVWORLD) - Sejak ribuan tahun lalu, di daerah Tay Nguyen, telah muncul dan dipertahankan satu jenis instrumen musik yang sangat unik, yaitu instrumen musik yang termasuk dalam generasi instrumen musik tabuh yang disebutkan instrumen musik gambang batu, etnis-etnis di daerah Tay Nguyen menyebut-nya sebagai Goong lu (yaitu gong batu). Suara instrumen musik batu kedengaran seakan-akan suara yang megah dari gunung dan hutan, ada saat kedengaran seperti suara air anak sungai mengalir. Suara instrumen musik batu seperti pengganti cerita, hiburan, kadang-kadang gembira, kadang-kadang sedih dalam kehidupan warga daerah setempat.
Instrumen musik gambang batu, irama yang unik dari etnis-etnis di daerah Tay Nguyen
Instrumen musik gambang batu, irama yang unik dari etnis-etnis di daerah Tay Nguyen
(VOVWORLD) - Sejak ribuan tahun lalu, di daerah Tay Nguyen, telah muncul dan dipertahankan satu jenis instrumen musik yang sangat unik, yaitu instrumen musik yang termasuk dalam generasi instrumen musik tabuh yang disebutkan instrumen musik gambang batu, etnis-etnis di daerah Tay Nguyen menyebut-nya sebagai Goong lu (yaitu gong batu). Suara instrumen musik batu kedengaran seakan-akan suara yang megah dari gunung dan hutan, ada saat kedengaran seperti suara air anak sungai mengalir. Suara instrumen musik batu seperti pengganti cerita, hiburan, kadang-kadang gembira, kadang-kadang sedih dalam kehidupan warga daerah setempat.
