Media seperti Politico, Bloomberg memberitakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio, pada hari yang sama telah membimbing berbagai Kedubes dan Konsulat Jenderal negara ini tidak menjadwalkan wawancara baru terhadap surat permintaan visa dari para mahasiswa ke AS dan keputusan tersebut akan segera berlaku. Instruksi ini telah dikirimkan kepada semua badan diplomatik AS di seluruh dunia.
Sebelumnya, pemerintah AS telah mengenakan beberapa permintaan kolektif terhadap medsos, tapi tuntutan-tuntutan ini hanya menyasar ke para mahasiswa yang banyak kemungkinan telah ikut pada demonstrasi melawan tindakan Israel di Jalur Gaza.
