Laporan tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2025, 15 diantara 15 jatah sosial- ekonomi tercapai dan terlampaui. Ekonomi makro pada dasarnya stabil, keseimbangan utama perekonomian terjaga. Skala ekonomi mencapai 514 miliar USD, menempati peringkat ke-32 di dunia, investasi asing langsung mencapai rekor 27,6 miliar USD, dan surplus perdagangan melebihi 20 miliar USD. Mengenai tugas dan solusi utama untuk bulan-bulan tersisa tahun ini, Perdana Menteri Le Minh Hung menunjukkan:

“Menyatukan pola pikir, pemahaman, aspirasi, dan tindakan untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi dua digit. Mendorong pertumbuhan yang dikaitkan dengan penjagaan stabilitas ekonomi makro. Bertekad kuat untuk tidak membiarkan terjadinya ketidakstabilan makro maupun krisis ekonomi dalam segala situasi. Menjadikan investasi publik sebagai pendorong utama bagi investasi seluruh masyarakat. Mendorong ekspor serta mendiversifikasi pasar, produk, dan rantai pasokan. Memanfaatkan secara efektif pasar tradisional. Mempercepat restrukturisasi sektor dan bidang, serta mengembangkan berbagai komponen ekonomi dan model ekonomi baru. Berupaya pada tahun 2026 dapat menyambut 25 juta kunjungan wisatawan mancanegara”..

Juga pada sore harinya, para anggota MN melakukan pembahasan di grup-grup tentang isu sosial-ekonomi, di antaranya Rencana pengembangan sosial-ekonomi masa lima tahun 2026-2030. Sebelumnya, pada pagi harinya, MN melakukan pembahasan di grup-grup tentang sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU): UU amandemen, atas beberapa pasal dari UU mengenai Dukungan Hukum, UU mengenai Akses Informasi (amandemen).