Deputi Perdana Menteri Le Thanh Long dan Duta Besar Pham Quang Hieu di Forum Ekonomi Vietnam – Kansai. (Foto: VOV) |
Dengan tema “Bekerja sama untuk menegakkan masa depan, menghubungkan rantai nilai global”, forum ini telah menyerap partisipasi dari sekitar 150 badan usaha Jepang dan 50 perusahaan Vietnam. Dalam pidato pembukaan Forum tersebut, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Vietnam untuk Jepang, Pham Quang Hieu, menekankan: “Ini bukan hanya kesempatan bagi Vietnam untuk memperkenalkan dan menyebarkan citra Vietnam yang dinamis, inovatif, dan terintegrasi secara mendalam kepada sahabat-sahabat internasional, tetapi juga merupakan peluang untuk mendorong pertukaran politik, budaya, dan memperluas kerja sama ekonomi dengan Jepang serta komunitas internasional. Saya yakin bahwa forum ini akan menjadi motivasi baru yang mendorong pertukaran dan kerja sama antara Kansai dan Vietnam, agar semakin menjadi intensif, ekstensif, efektif, dan lebih erat”.
Deputi Perdana Menteri Le Thanh Long dan Putri Jepang mencicipi kopi Vietnam dalam acara "Hari Nasional Vietnam" di EXPO 2025. (Foto: VOV) |
Pada pihaknya, Wakil Ketua Eksekutif Organisasi Promosi Perdagangan Jepang (JETRO), Bapak Takashima Tomohiro, mengatakan bahwa dengan keunggulan jumlah penduduk lebih dari 100 juta jiwa dan PDB per kapita mencapai hampir 5.000 USD, Vietnam merupakan pasar konsumen yang potensial. Bapak Takashima Tomohiro menekankan: “Saat ini, sebanyak 56% badan usaha Jepang di Vietnam berencana untuk meningkatkan modal investasi dan memperluas bisnis dalam waktu satu tahun ke depan. Ini adalah persentase tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Badan-badan usaha Jepang selalu memberikan penilaian positif terhadap lingkungan investasi di Vietnam. Meskipun situasi internasional sedang mengalami banyak gejolak, namun hubungan Vietnam – Jepang tetap kokoh dan akan terus berkembang dengan pesat di masa depan”.
Dalam pidato penyimpulan Forum tersebut, Deputi PM Le Thanh Long meminta Jepang supaya terus membantu Vietnam dalam mendekati sumber-sumber investasi yang bergeser, serta sumber keuangan hijau dan berkelanjutan. Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Vietnam akan menciptakan semua kondisi yang kondusif bagi badan usaha dan investor asing untuk bekerja sama, berinvestasi secara stabil dan berjangkapanjang di Vietnam, di antaranya ada badan-badan usaha Jepang.


