PM Pham Minh Chinh berbicara di depan konferensi tersebut (Foto: Lai Hoa/ VOV)

PM Pham Minh Chinh menekankan bahwa wilayah laut ASEAN sedang menghadapi banyak tantangan penting seperti perubahan iklim, kenaikan air laut, defisiensi keanekaragaman hayati, polusi lingkungan laut, kelebihan eksploitasi hasil perikanan, ketegangan geo-politik dan sebagainya. Untuk menangani semua tantangan ini, PM Pham Minh Chinh berbagi 4 arahan prioritas dari negara-negara ASEAN. Dia menegaskan kembali pandangan ASEAN yaitu menjunjung tinggi semua nilai Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS 1982) dan semua Perjanjian pelaksanaan Konvensi, menegaskan bahwa ini merupakan kerangka hukum yang komprehensif dalam menyesuaikan semua kegiatan di laut dan di samudra.

Selanjutnya, selaku wakil Vietnam yang menyampaikan pidato di konferensi, PM Pham Minh Chinh mengimbau komunitas internasional supaya perlu bertindak secara lebih cepat, lebih kuat dan lebih gigih serta memerlukan kebersinergian dari semua negara, kawasan dan dunia dalam mengkonservasikan dan menggunakan samudra secara berkelanjutan. PM Pham Minh Chinh juga menekankan bahwa Vietnam sudah dan sedang bersama-sama dengan para mitra bertindak secara komprehensif, kuat dan di banyak tingkat yang berbeda untuk merealisasikan tujuan mengkonservasikan dan menggunakan secara berkelanjutan lingkungan laut (SDG14) dengan semangat “3 proaktif”. PM Pham Minh Chinh juga mengumumkan bahwa Vietnam mendaftarkan 15 komitmen sukarela di berbagai bidang tentang manajemen laut dan samudra.

Mengakhiri pidatonya, PM Pham Minh Chinh menyampaikan pesan: “Mari kita bersama-sama bertindak, bersatu, bertanggung jawab, proaktif dan kreatif agar samudra selama-lamanya menjadi ruang dari perdamaian, kerja sama, perkembangan dan kemakmuran untuk generasi-generasi dewasa ini dan di kemudian hari”.