Sementara itu, di Indonesia, pasukan SAE melanjutkan upaya pencarian setelah sebuah gedung bertingkat runtuh di salah satu Pondok Pesantren di Provinsi Jawa Timur. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sekitar 59 orang masih terjebak di bawah reruntuhan. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 29 September sore, saat para pelajar sedang berkumpul untuk berdoa, sehingga menewaskan sedikitnya enam pelajar dan melukai puluhan pelajar lainnya. Upaya penyelamatan di lokasi kejadian dilanda kesulitan karena gempa bumi yang berkekuatan 6,5 magnitudo terjadi di wilayah Sumenep pada tanggal 1 Oktober, yang memadatkan puing-puing dan mempersempit ruang bagi orang-orang yang terjebak di bawahnya.
Gempa Bumi Berturut-Turut di Filipina dan Indonesia: Jumlah Korban terus Meningkat, Banyak Orang Masih Hilang
(VOVWORLD) - Badan Pertahanan Sipil Filipina, pada Kamis (2 Oktober), memberitahukan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang berkekuatan 6,9 magnitudo di lepas pantai Filipina Tengah pada Selasa malam (30 September) telah meningkat menjadi 72 orang, sementara itu 294 orang lainnya terluka. Operasi SAR tetap dilaksanakan dengan giat.
