(VOVWORLD) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Minggu (30 Maret) menilai gempa bumi di Myanmar sebagai keadaan darurat pada tingkat tertinggi, dan mengimbau bantuan darurat senilai 8 juta USD untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah merebaknya wabah penyakit di Myanmar dalam waktu 30 hari ke depan.
Simbol WHO di Swiss. Foto: AFP/VNA |
WHO juga memberitahukan bahwa gelombang pertama barang bantuan yang meliputi peralatan darurat untuk mengobati cedera parah dan patah tulang, beserta tenda serbaguna, telah tiba di rumah sakit yang berkapasitas 1.000 tempat tidur di ibu kota Naypyitaw, setelah diangkut dari gudang cadangan darurat di Yangon. Peralatan-peralatan serupa sedang dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Umum Mandalay, bagian Utara Myanmar.
Pada hari yang sama (30 Maret), Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyampaikan imbauan mendesak untuk memobilisasi lebih dari 115 juta USD guna membantu para korban gempa bumi yang mengerikan di Myanmar. Jumlah dana ini bertujuan untuk membantu 100.000 orang (20.000 rumah tangga) di Myanmar melalui langkah-langkah pertolongan dan bantuan untuk cepat pulih selama 24 bulan ke depan.
Hingga saat ini, gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi pada tanggal 28 Maret telah menewaskan lebih dari 1.700 orang, melukai sekitar 3.400 orang, dan menyebabkan sekitar 300 orang hilang di Myanmar. Ini merupakan salah satu gempa bumi terkuat di Myanmar pada abadini.