Pejabat senior Hamas, Tahir al-Nono, menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menghalangi upaya-upaya menuju ke kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan. Hamas memperingatkan bahwa peningkatan serangan Israel terhadap bangunan-bangunan sipil di Jalur Gaza bisa membahayakan para sandera Israel yang sedang ditahan di sana.

Prajurit Israel ikut serta dalam operasi militer di Jalur Gaza.
(Foto: Xinhua/VNA)

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan kepada komunitas internasional untuk memberikan sanksi terhadap Israel. Dalam pidato menjelang konferensi darurat para pemimpin Arab dan Islam yang diselenggarakan oleh Qatar, setelah serangan udara Israel yang menyasar pada para pemimpin Hamas di Ibu kota Doha, Perdana Menteri Al Thani menegaskan bahwa tindakan Israel tidak akan bisa menghentikan Qatar dalam melanjutkan upaya-upaya bersama dengan Mesir dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.