Wakil Kementerian Pertahanan India memberitahukan bahwa tindakan-tindakan India tidak bersifat eskalatif. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran. Kementerian Pertahanan India memberitahukan sedang menjalankan komitmen bahwa para pelaku serangan teror pada tanggal 22 April akan harus bertanggung jawab”.
Sebuah wilayah di Kashmir yang dikontrol Pakistan pada pagi hari tanggal 7 Mei 2025. (Foto: Reuters) |
Ketika memberikan reaksi atas serangan-serangan yang dilakukan negara tetangga India, Pakistan menyatakan akan memberikan balasan “pada waktu dan tempat yang dipilih negara ini”.
Setelah serangan tersebut, PBB beserta banyak negara di dunia, pada Rabu (7 Mei), mengimbau India dan Pakistan supaya menahan diri, menghentikan semua tindakan militer guna menghindari konflik yang melampaui kontrol.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa malam (6 Mei), waktu lokal di New York, Amerika Serikat, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres telah “menyatakan kekhawatiran yang mendalam” dan menyerukan kepada kedua negara bertetangga di Asia Selatan supaya “menahan diri secara maksimal dalam hal militer”.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menyesalkan situasi saat ini dan menyerukan kedua pihak supaya mengakhiri ketegangan.
Terkait dengan serangan yang dilakukan tentara India, informasi terbaru dari kalangan otoritas Pakistan hingga Rabu pagi (07/05) waktu setempat, memberitahukan bahwa jumlah orang tewas mencapai 8 orang, 2 orang lain hilang, dan 35 orang terluka. Pihak Pakistan juga menyatakan telah menembak jatuh 5 pesawat tempur India. Pihak tentara India belum mengonfirmasikan informasi tersebut, namun menyatakan bahwa setidaknya satu pesawat tempur jatuh di wilayah Kashmir yang dikontrol India tapi pilotnya berhasil diselamatkan.

