Sasaran serangan itu adalah pangkalan-pangkalan militer Israel di Tel Aviv dan Haifa. Namun, media Israel memberitakan bahwa sistem pertahanan udara negara ini belum mencatat adanya sebarang rudal balistik manapun yang diluncurkan dari Iran ke Israel.
Sebaliknya, Pasukan Bela Diri Israel (IDF) mengumumkan telah melancarkan lebih banyak serangan udara jauh masuk di dalam wilayah Iran.
Terkait dengan kerugian terhadap basis-basis nuklir Iran, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, pada Senin (16 Juni), memberitahukan bahwa seluruh 15.000 mesin sentrifuhal yang sedang beroperasi di basis pengayaan uranium terbesar Iran, Natanz, tampaknya telah dihancurkan atau rusak parah. Namun, informasi ini belum dikonfirmasikan oleh Iran.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Iran memberitahukan bahwa para legislator negara ini sedang mempersiapkan satu rancangan undang-undang untuk bisa mendorong penarikan diri dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
21 negara Islam, pada Senin (16 Juni), telah mengeluarkan pernyataan bersama yang isinya mengutuk Israel, menuduh Israel melanggar hukum internasional dan mengancam keamanan regional ketika menyerang Iran, mengimbau semua pihak supaya segera melakukan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian.
