Media Iran juga memberitakan bahwa sistem pertahanan udara negara ini telah diaktifkan untuk mencegat senjata-senjata Israel di kawasan-kawasan seperti Isfahan, Bushehr, Ahvaz dan Yazd. Di Ibu kota Teheran, Walikota Teheran, Mohammad Sadegh, pada Minggu malam (22 Juni), memberitahukan bahwa lebih dari 200 tempat di Teheran telah diserang oleh Angkatan Udara Israel selama 10 hari ini. Serangan-serangan udara yang dilakukan Israel mengakibatkan lebih dari 120 rumah hancur dan sekitar 500 rumah rusak parah.

Tentang reaksi Iran terhadap serangan-serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tiga basis nuklir Natanz, Fordow dan Isfahan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran akan membalasnya.

Pada hari yang sama, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengadakan sidang darurat untuk membahas situasi eskalasi antara Iran dan Israel serta program nuklir Iran.

Sementara itu, banyak negara dan organisasi internasional, pada hari itu juga, telah mengimbau para pihak yang terkait supaya mengekang diri, menekankan pentingnya dialog dan solusi diplomatik untuk menghindari bahaya eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Uni Eropa, Kanselir Jerman, Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Rusia, Tiongkok, Jepang, dan sebagainya telah mengimbau para pihak supaya mengekang diri, menghormati hukum internasional dan komitmen-komitmen untuk menjamin keamanan nuklir, mendorong dialog dan mencegah tindakan-tindakan yang bisa memperserius konflik di kawasan.