Warga Palestina mengungsi untuk menghindari konflik dari wilayah al-Nuseirat, Jalur Gaza tengah. (Foto: Xinhua/VNA)

Tindakan tentara Israel yang terus melakukan serangan di Jalur Gaza merupakan sinyal yang mengkhawatirkan, karena terjadi dalam konteks perundingan-perundingan pertama antara Israel dan Gerakan Islam Hamas terkait inisiatif gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat akan segera dimulai. Pada tanggal 5 Oktober, Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara resmi telah memerintahkan delegasi perunding Israel pergi ke Mesir guna memulai perundingan penyelamatan sandera. Menurut pengumuman tersebut, para perunding Israel, kecuali ketua delegasi yaitu Menteri Urusan Isu-Isu Strategis Ron Dermer, akan berangkat ke Mesir pada tanggal 6 Oktober.

Sementara itu, delegasi Hamas telah tiba di Mesir pada malam tanggal 4 Oktober dan kini berada di lokasi perundingan, yaitu kota Sharm El-Sheikh di bagian selatan Semenanjung Sinai. Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah perwakilan dari Qatar dan Amerika Serikat, dua mediator rekonsiliasi selain Mesir, telah tiba di lokasi perundingan. Waktu pasti penyelengaraan perundingan juga belum diumumkan.