Perjanjian perdagangan bebas ini bertujuan untuk menghapus atau memangkas tarif terhadap lebih dari 95 persen barang ekspor Kanada ke Indonesia - pasar terbesar bagi Ottawa di Asia Tenggara.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyebut perjanjian yang ditandatangani di Ottawa ini sebagai "momen bersejarah." Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menilai bahwa ini merupakan "kesepakatan yang tepat pada waktu yang tepat dengan mitra yang tepat."
Para pakar menganggap bahwa CEPA tidak hanya memberikan kepentingan bagi barang ekspor utama Kanada seperti gandum, kalium, kayu, dan kedelai, tetapi juga membuka jalan bagi pengokohan kehadiran Kanada di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, perjanjian ini juga menentukan penghapusan lebih dari 90% tarif impor dari Indonesia, menciptakan keuntungan besar bagi ekspor barang garmen dan kulit Indonesia ke pasar Amerika Utara.
