Kedubes AS menyerahkan 6 hektare lahan yang telah dibersihkan dioksin kepada Angkatan Udara Vietnam. Foto: Quang Dung/VOV5 |
Setelah mendapat sertifikat ini, lalan-lahan yang mencapai tingkat aman diserahkan kepada Angkatan Udara Vietnam dan badan-badan fungsional setempat untuk melayani pengembangan sosial-ekonomi dan tugas pertahanan-keamanan. Hingga kini, ada hampir setengah area lahan yang terkontaminasi dioksin di dalam dan luar Bandara Bien Hoa yang ditangani.
Pada event ini, Letnan Jenderal Hoang Xuan Chien, Deputi Menteri Pertahanan Vietnam, menekankan bahwa proyek tersebut memiliki makna yang sangat penting, menunjukkan kerja sama yang efektif antara Vietnam dan AS. Dia menunjukkan:
“Hasil-hasil kerja sama yang konkret telah menegaskan tekad bersama kedua pihak dalam mengatasi akibat perang dengan semangat mengesampingkan masa lampau dan menuju ke masa depan. Peristiwa hari ini kian bermakna ketika berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-30 normalisasi hubungan diplomatik Vietnam-AS”.
Setuju dengan penilaian ini, Duta Besar AS untuk Vietnam, Marc Evans Knapper menegaskan bahwa kerja sama dalam mengatasi akibat perang bukan hanya kewajiban kemanusiaan saja, tetapi fondasi yang mengembangkan hubungan Vietnam-AS.
“Peristiwa hari ini sangat bermakna karena kerja sama dalam mengatasi akibat perang merupakan fondasi bagi hubungan persahabatan dan kemitraan antara Vietnam dan AS, turut membina kepercayaan dan mendorong rekonsilisasi. Peristiwa ini tidak hanya memanifestasikan komitmen AS untuk terus menyelesaikan masalah-masalah akibat perang, tetapi menjadi simbol bagi hubungan kemitraan antara dua negara”.
Dalam rangka event ini, Duta Besar AS, Marc Evans Knapper beserta Brigadir Jenderal Nguyen Dinh Hien, Panglima Pasukan Kimia (Kementerian Pertahanan Vietnam), Direktur Jenderal Pusat Aksi Nasional urusan Usaha Mengatasi Zat Beracun Kimia dan Lingkungan (NACCET) telah menandatangani kesepalatan untuk menambahkan 32 juta USD modal ODA dari AS untuk memperluas Proyek pembantuan dan perbaikan kualitas hidup kaum difabel di provinsi-provinsi yang terkontaminasi agen oranye/dioksin parah.

