Dengan meraih 55 dari 57 suara, Khaled El-Enany (orang Mesir) merebut kemenangan.

Ketika menyampaikan pidato di Dewan Eksekutif setelah terpilih, Khaled El-Enany menegaskan bahwa dia tidak hanya mewakili Afrika saja, namun semua umat manusia. Dia berkomitmen mendedikasikan 100 hari pertamamasa baktinya untuk bekerja-sama dengan semua negara membuat peta jalan memodernisasi UNESCO – dengan tujuan membangun perdamaian dan solidaritas global.

Setelah hasil pemilihan diumumkan, delegasi Vietnam telah menyampaikan pidato ucapan selamat kepada Khaled El-Enany, serta menegaskan akan bekerja sama erat dengan Khaled El-Enany dan negara-negara anggota lain untuk melaksanakan semua target luhur UNESCO, memberikan kontribusi pada perdamaian dan pembangunan yang berkesinambungan di dunia.

Khaled El-Anany, berusia 54 tahun, adalah seorang Egyptologist dan Profesor Egyptology di Universitas Helwan – tempat dia menjadi dosen selama 30 tahun lebih. Dia memegang jabatan Wakil Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotolen, Direktur Pusat Pendidikan Terbuka dan Dekan Fakultas Pemandu Wisata. Dari tahun 2016 hingga tahun 2022, dia memegang jabatan Menteri Purbakala dan kemudian Menteri Pariwisata dan Purbakala Republik Arab Mesir. Dia menjadi anggota beberapa asosiasi adakemik internasional. Pada bulan November tahun 2024, dia diangkat oleh Organisasi Pariwisata Dunia menjadi Duta Pariwisata dan Kebudayaan Khusus dan kini menjadi sponsor Dana Warisan Dunia Afrika.