Di konferensi tersebut, Laporan Badan Sekretariat ASEAN menunjukkan bahwa kerja sama di mekanisme-mekanisme terus mengalami perkembangan positif. Dalam rangka ASEAN+3, lebih dari 60 persen arusan kegiatan dalam Rencana Kerja tahap 2023-2027 sudah dan sedang digelarkan, memanjangi pedagangan, investasi, badan usaha kecil dan menengah sampai pariwisata dan konektivitas rantai pasokan. Rencana Aksi EAS tahap 2024-2028 pada awalnya mencapai hasil yang patut dicatat di bidang-bidang.

Pada sesi-sesi diskusi, negara-negara telah mendiskusikan secara terus-terang tentang banyak masalah regional dan internasional seperti : Laut Timur, Myanmar, Semenanjung Korea, Timur Tengah, konflik di Ukraina dan sebagainya, menekankan penanganan sengketa dengan langkah-langkah damai, sesuai dengan hukum internasional, di antaranya ada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982. Semua negara juga menekankan makna penting dalam memperhebat kerja sama menghadapi tantangan-tantangan non-tradisional seperti perubahan iklim, keamanan siber, penudaan populasi dan kriminalitas lintas nasional, bersamaan itu memanfaatkan bidang-bidang yang baru muncul seperti ekonomi digital, transformasi hijau, energi bersih, keamanan siber, kecerdasan buatan dan teknologi-teknologi baru muncul yang lain. Negara-negara sepakat mendorong kerangka-kerangka kerja sama seperti Perjanjian kerangka ekonomi digital, Jaringan listrik ASEAN, meningkatkan Perjanjian Perdagangan bebas ASEAN-Tiongkok 3.0, Dana cadangan beras darurat ASEAN+3, ekosistem kendaraan listrik, konektivitas pembayaran lintas perbatasan dan sebagainya.