Media regional pada tgl 31 Mei memberitakan bahwa Gerakan Hamas telah sepakat secara bersyaratan dengan rencana gencatan senjata yang disampaikan Utusan Khusus AS urusan Timur Tengah, Steve Wifkoff. Tetapi, Gerakan Hamas terus menekankan tuntutan-tuntutan utama yang termasuk menghentikan sepenuhnya konflik dan menarik sepenuhnya pasukan Israel ke luar Jalur Gaza – syarat-syarat yang berulang kali ditolak oleh Israel.

Memberikan reaksi atas pengumuman Hamas, Steve Wifkoff menyatakan bahwa tanggapan tersebut “sepenuhnya tidak bisa diterima”. Dia menyatakan bahwa, pendirian Hamas hanya melambatkan upaya mencapai gencatan senjata, bersamaan itu mengimbau Gerakan ini supaya menyetujui semua usulan-usulan terkini yang disampaikan AS.

Koran “The National” dari Uni Emirat Arab, pada tgl 31 Mei mengutip sumber-sumber informasi yang menyatakan bahwa Gerakan Hamas sedang mengusahakan kepastian bahwa pada saat gencatan senjata berlaku selama 60 hari, semua negosiasi dengan Israel akan menimbulkan penarikan sepenuhnya serdadu dan menghentikan perang di Jalur Gaza. Selain itu, Gerakan Hamas juga memprotes pembebasan serempaknya 10 sandera yang masih hidup pada waktu gencatan senjata.

Pada pihak Israel, Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan Hamas harus menerima semua syarat dari “Kesepakatan Wifkoff” apabila ingin mencapai pertukaran sandera atau akan dibasmi.