Sebelumnya, Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmail Baghaei menyatakan Iran telah menyelesaikan semua tuntutannya terkait dengan rekomendasi mengenai penghentian konflik, tapi hanya akan mengumumkannya pada saat yang tepat.

Sementara itu, konflik di Timur Tengah terus bereskalasi, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Kazt pada 4 April memberitahukan bahwa Perdana Menteri (PM) Netanyahu telah memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus menyerang infrastruktur di Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), pada hari yang sama mengumumkan bahwa kepala pasukan intelijen nya, Majid Khademi telah tewas dalam serangan udara pada pagi hari yang sama. IRGC juga menyatakan telah menyerang kapal serbu amfibi UUS Tripoli (LHA-7) yang membawa lebih dari 5.000 personel dan kapal kontainer SDN7 milik Israel sehingga menimbulkan kebakaran besar. Sementara itu, pada sore hari tgl 6 April, sebuah ledakan telah tercatat di kompleks bahan bakar terbesar milik Iran di Asaluyeh, Iran Selatan. Menurut pengumuman Menhan Israel, Israel Katz, serangan tersebut menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar Amerika Serikat bagi Pemerintah Iran.

Menanggapi ketegangan di Timur Tengah, Jubir Istana Kremlin, Dmitry Peskov memperingatkan bahwa konsekuensi dari tindakan militer terhadap Iran akan sangat berbahaya, termasuk dampak negatif yang serius terhadap ekonomi global, dan mencatat bahwa cakupan geografis konflik tersebut telah meluas. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, pada 6 April mengutuk serangan terhadap fasilitas sipil, khususnya basis-basis energi. Di media sosial X, Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi mengimbau semua pihak supaya segera menghentikan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, dan memperingatkan bahwa terjadinya serangan mungkin mengancam keselamatan nuklir.