Para utusan menekan tombol untuk memulai pembangunan sistem teknologi termal guna menangani dioksin di Bandara Bien Hoa. Foto: VOV
Sistem teknologi termal untuk menangani dioksin merupakan proyek terbesar dalam Proyek kerja sama penanganan dioksin di Bandara Bien Hoa yang direncanakan akan dioperasikan sejak tahun 2026. Menurut Brigadir Jenderal Bui Thien Thau, Wakil Panglima Angkatan Udara, Kepala Badan Pengelolaan Proyek Penanganan Dioksin di Bandara Bien Hoa, teknologi termal merupakan teknologi modern, jika lumpur dan lahan yang terkontaminasi dioksin disimpan dan dipanaskan pada suhu sekitar 1.000 derajat Celsius, dioksin akan terurai. Gas beracun kemudian dimasukkan ke sistem ruang pembakaran dan diurai hingga lebih dari 99%. Brigadir Jenderal Bui Thien Thai menekankan:

Terhadap proyek ini, Angkatan Udara akan secara rutin berkoordinasi dengan badan-badan fungsional, para kontraktor dalam dan luar negeri, menaati secara serius disiplin, peraturan dan proses teknologi penanganan dioksin, menjamin keselamatan lingkungan dan kaum pekerja.

Wakil kontraktor utama peserta proyek tersebut, Darryl Nelson, Presiden Perusahaan Nelson Environmental Remediation (AS), memberitahukan bahwa perusahaannya telah menyiapkan dengan cermat sistem teknologi baru ini dan ingin memberikan solusi-solusi teknologi guna memecahkan secara tuntas masalah dioksin di bandara Bien Hoa dan daerah sekitarnya dalam sekali.

Kami menantikan untuk memberikan solusi-solusi untuk menyelesaikan secara masalah dioksin ini. Kita telah menghabiskan waktu dua tahun untuk menyelesaikan desain sistem teknologi dan telah bersedia untuk memulai proyek ini.

Menurut data-data Kementerian Pertahanan, penggunaan sistem teknologi termal akan mempercepat laju penanganan lahan yang terkontaminasi dioksin di Bandara Bien Hoa, menuju ke penyelesaian sebelum tahun 2030 sesuai dengan tuntutan yang diajukan dalam Rencana nasional tentang mengatasi akibat zat beracun kimia/dioksin pasca perang di Vietnam yang diberlakukan Pertana Menteri pada tahun 2021.