Ibu Sishila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung negara ini untuk menjabat sebagai Kepala Pemerintah transisi (Foto: Phan Tung/VOV)

Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Ibu Sushila Karki telah muncul menjadi pilihan utama dari gerakan demonstrasi “Generasi Z” setelah lebih dari 5.000 anggota gerakan ini ikut serta dalam satu rapat online pada Rabu sore (10 September) untuk memilih kepala pemerintah sementara negara ini. Ibu Sushila Karki, 72 tahun, memegang satu posisi penting dalam sejarah Nepal sebagai perempuan pertama yang memegang jabatan sebagai Ketua Mahkamah Agung. Dia diangkat oleh Presiden waktu itu, Bidya Bhandari untuk posisi ini pada tahun 2016 menurut permintaan Dewan Legislasi.

Pada Rabu malam (10 September), Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal juga telah mengumumkan data terbaru yang menunjukkan bahwa jumlah orang yang tewas dalam demonstrasi pada tanggal 8 Septemer telah meningkat menjadi 30 orang. Selain itu, lebih dari 1.000 orang lain terluka di seluruh negeri, di antaranya 713 orang terluka telah dipulangkan dari rumah sakit.