Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sishila Karki (Foto: REUTERS)

Susila Karki dilantik sebagai Perdana Menteri sementara pada Jumat malam (12 September) di Istana Presiden Nepal. Beberapa jam sebelumnya, Kantor Presiden Nepal mengumumkan keputusan ini. Presiden Ram Chandra Paudel memimpin upacara pengambilan sumpah, menyerukan Sushila Karki untuk "menyelamatkan negara" dan mendoakan kesuksesannya. Sementara itu, Perdana Menteri sementara.

Mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki dipilih sebagai Perdana Menteri sementara oleh para peserta gerakan protes "Generasi Z" Nepal dalam pemungutan suara publik di platform media sosial Discord. Sebelumnya, gerakan demo ini telah memicu protes dan kerusuhan di seluruh negeri sejak 8 September, yang memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli untuk mengundurkan diri.

Setelah dilantik, Perdana Menteri sementara Sushila Karki mengadakan rapat Kabinet pertama pemerintahan transisi dan mengusulkan penyelenggaraan pemilihan umum baru pada tgl 4 Maret 2026. Pengumuman resmi mengenai pemilihan umum kemungkinan akan segera dilakukan. Berdasarkan rekomendasi Kabinet, Presiden Nepal diperkirakan akan menyetujui dan keadaan darurat akan segera diberlakukan di seluruh negeri.