Edan Alexander bersatu kembali dengan keluarganya. Foto: Reuters |
Edan Alexander dibebaskan tanpa konsesi mana pun dari Israel. Kalangan otoritas negara ini menganggap bahwa pembebasan tersebut merupakan hasil yang diberikan tekanan militer yang terus-menerus, dengan dukungan dari Pemerintah pimpinan Presiden AS, Donald Trump.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beserta banyak negara dan organisasi internasional telah menyambut baik Hamas yang dengan sukarela membebaskan sandera AS tanpa syarat. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendesak Israel dan pasukan Hamas untuk terus berunding guna menuju ke kesepakatan gencata senjata segera dan berjangka panjang di Jalur Gaza. Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyhu menyatakan, tentara negaranya akan terus menimbulkan tekanan militer terhadap Hamas untuk memaksa pasukan ini membebaskan semua sandera sisanya. Di medsos Truth Social, Presiden AS, Donald Trump menyambut baik keputusan tentang pembebasan sandera, menganggap ini sebagai “kabar luar biasa”.

