Kegagalan Francois Bayrou menandai bahaya jalan buntuh legislatif yang berlarut-larut di perekonomian yang besarnya nomor dua di Uni Eropa yang pernah menghadapi inflasi anggaran keuangan dan tantangan-tantangan internasional seperti konflik di Ukraina, Gaza atau perubahan kebijakan prioritas dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Undang-Undang Dasar, pemerintah pimpinan Francois Bayrou akan menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Emmanuel Macron.

Sebelum pemungutan suara, Francois Bayrou telah menyampaikan pidato di depan Majelis Rendah yang mengimbau para legislator memberikan suara menurut “hati nurani pribadi”, bersamaan itu, memperingatkan bahwa Prancis sedang “tenggelam” karena gunung utang publik sebanyak lebih dari 3.300 miliar Euro, sama dengan 114 persen Produk Bruto Domestik. Dia menekankan bahwa kebijakan memperketat ikat pinggang merupakan hal yang perlu untuk mempertahankan posisi Prancis, tetapi kelompok-kelompok oposisi di Parlemen telah beraliansi memberikan suara kontra.