Citra satelit menunjukkan gambaran umum basis pengayaan bahan bakar Fordow, dekat Qom, Iran, pada tanggal 20 Juni 2025. Foto: Maxar Technologies/Handout via REUTERS |
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyatakan kecemasan atas penggunaan kekerasan oleh AS terhadap Iran. Guterres mengimbau semua negara anggota PBB untuk mematuhi kewajiban berdasarkan Piagam PBB dan ketentuan-ketentuan hukum internasional lainnya; menegaskan bahwa jalan satu-satunya ke depan adalah diplomasi dan harapan satu-satunya adalah perdamaian.
Kementerian Luar Negeri Meksiko mengimbau pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan dialog dan menjalankan kembali kegiatan diplomatik, bersamaan itu menekankan bahwa prioritas tertinggi sekarang ialah memulihkan perdamaian antara negara-negara di kawasan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela meminta Washington untuk segera menghentikan tindakan militer ini.
Juru bicara Pemerintah Australia memberitahukan bahwa negaranya terus mengimbau semua pihak yang terlibat untuk mengurangi eskalasi ketegangan, melakukan dialog dan diplomasi di tengah ketidakpastian keamanan regional.
Kementerian Luar Negeri Selandia Baru juga menyatakan kecemasan atas eskalasi aktivitas militer di Timur Tengah, bersamaan itu menekankan bahwa semua pihak perlu menghindari kekerasan dan menuju ke diplomasi.

