PM Vietnam, Pham Minh Chinh (kanan) dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Foto: VOV)

Ketika mendiskusikan masalah-masalah kerja sama bilateral, kedua Pemimpin menyatakan tekad untuk membawa hubungan antara dua negara berkembang lebih kuat dan menjadi jembatan penghubung satu sama lain di masing-masing kawasan Asia-Eropa. Tentang ekonomi-perdagangan-investasi, PM Pham Minh Chinh meminta kepada Prancis supaya berkoordinasi erat dengan Vietnam dalam mendorong perdagangan bilateral dan saling membuka pintu lebih lanjut. PM Pham Minh Chinh juga meminta kepada Prancis supaya terus memperhatikan, cepat meratifikasi proses dan prosedur tentang penyelesaian proses meratifikasi Perjanjian Proteksi Investasi Vietnam-Uni Eropa (EVIPA) dan mendorong Komisi Eropa untuk cepat mengahuskan “kartu kuning” IUU terhadap hasil perikanan Vietnam.

Kedua Pemimpin juga mendiskusikan masalah-masalah internasional dan regional yang menjadi minat bersama, sepakat berkoordinasi erat dalam mendorong kerja sama dengan kawasan-kawasan Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin. Kedua pihak menekankan komitmen mendukung penjagaan perdamaian, stabilitas, kebebasan maritim dan penerbangan di Laut Timur, sesuai dengan hukum internasional, terutama UNCLOS 1982.

Sehubungan dengan kesempatan ini, PM Pham Minh Chinh mengundang Prancis untuk mengirim delegasi pimpinan senior ke Hanoi guna menghadiri Upacara penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Kriminalitas Siber di Kota Hanoi pada bulan Oktober tahun 2025.