PM Pham Minh Chinh menghadiri sesi diskusi tersebut (Foto: VOV) |
Sesi tersebut bertujuan mengeluarkan visi para pemimpin kawasan tentang AI mandiri, tranformasi digital yang komprehensif dan peranan kerja sama ASEAN-Dewan Kerja Sama Teluk-Tiongkok dalam membangun infrastruktur yang tepercaya dan inklusif.
Di sedi diskusi, PM Pham Minh Chinh menegaskan bahwa kecerdasan buatan (ASI) memainkan peranan penting dalam strategi industri dari Vietnam. Dalam strategi tersebut, Vietnam ingin mendorong kerja sama pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur dan manajemen AI. Ketika menekankan harus melakukan solidaritas dan kenyatuan internaisonal, menjunjung tinggi multilateralisme karena tidak ada siapa pun, tidak ada negara pun bisa secara sepihak menangani masalah global, komprehensif dan seluruh warga, PM Pham Minh Chinh menekankan:
“Seiring dengan mendorong pemanfaatan semua segi positif, melayani komunikasi, produksi, bisnis dan perkembangan pada umumnya, harus mengusahakan cara untuk mengontrol secara aman, beradab dan manusiawi dengan semangat mempunyai infrastruktur lancar dan modern, manajemen pintar dan institusi yang longgar, mendorong perkembangan dan dikontrol”.
PM Pham Minh Chinh juga menyatakan bahwa 3 kawasan ASEAN-GCC dan Tiongkok akan saling membantu dan menambahkan agar meningkatkan potensi yang berbeda, peluang yang menonjol dan keunggulan yang kompetittif serta bersama-sama berkembang.

