PM Pham Minh Chinh meminta Tiongkok supaya memberikan prioritas tinggi bagi kerja sama jalan kereta api, mendorong pembangunan jalan kereta api Lao Cai-Ha Noi-Hai Phong pada bulan Desember tahun 2025. Kedua pihak sepakat mempertahankan pertukaran delegasi tingkat tinggi secara permanen; mendorong secara kuat kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi; bekerja sama di bidang sains teknologi dan inovasi kreatif.

PM Li Qiang menegaskan, Tiongkok siap mempercepat konektivitas strategi pembangunan dengan Vietnam, menghargai keinginan Vietnam tentang upaya segera memulai pembangunan jalan-jalan kereta api ukuran standar yang menghubungkan dua negara.

PM Pham Minh Chinh dan Presiden Uruguay, Yamandu Orsi. Foto: VOV

Ketika beraudiensi kepada Presiden Uruguay, Yamandu Orsi, PM Pham Minh Chinh meminta kedua pihak supaya memperkuat kerja sama pertanian, membuka pintu pasar bagi produk-produk pertanian satu sama lain.

Dalam pertemuan dengan Presiden Chili, Gabriel Boric Font, kedua pemimpin sepakat mendorong kerja sama perdagangan dan investasi, memanfaatkan keuntungan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan TransPasifik (CPTPP), memperkuat pendekatan pasar satu sama lain. Presiden Chili, Gabriel Boric Font menginginkan agar kedua negara juga memperkuat kerja sama kebudayaan, kesenian, pariwisata dan silaturahmi rakyat.

Ketika berbicara di depan pertemuan dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, PM Pham Minh Chinh meminta kedua negara supaya aktif berkoordinasi menyusun Program aksi untuk menggelar hubungan Kemitraan strategis yang komprehensif periode 2025-2030, memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian dan bidang-bidang potensial seperti ekonomi digital, transformasi hijau dan energi. Kedua pihak sepakat mendorong penandatanganan perjanjian perdagangan beras, mendorong pembukaan pintu pasar bagi barang kedua negara.

Ketika bertemu kembali dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, PM Pham Minh Chinh memberitahukan, Vietnam sedang aktif menyiapkan Acara penandatanganan Konvensi PBB tentang pemberantasan kriminalitas siber di Kota Hanoi pada bulan Oktober mendatang dan ingin menyambut Sekjen pada event penting ini. Pada pihaknya, Sekjen Antonio Guterres mengapresiasi peranan dan visi Vietnam selama ini; mengapresiasi sumbangan Vietnam terhadap masalah-masalah yang sedang mendapat perhatian dunia dan ingin segera kembali mengunjungi Vietnam.