Pada akhir pekan lalu, pemerintahan pimpinan Presiden Donald Trump telah mengusulkan satu kesepakatan gencatan senjata kepada Hamas. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas akan membebaskan seluruh 48 sandera sisanya pada hari pertama gencatan senjata ini. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan ribuan tahanan Palestina. Selama waktu gencatan senjata, Hamas dan Israel akan melakukan negosiasi untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.
Menurut usulan dari AS, jika Hamas memberikan tanggapan positif, Presiden Donald Trump akan benar-benar berupaya mengakhiri konflik dan kesepakatan gencatan senjata akan tetap dilanjutkan selama proses negosiasi antara para pihak. Namun, jika Hamas tidak menerima usulan dari AS, gerakan ini akan menghadapi berbagai akibat, termasuk kemungkinan adanya operasi militer besar yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.
Di medsos TruthSocial, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Israel telah menyetujui pasal-pasal dalam usulan yang dikeluarkannya, dan sekarang tinggal giliran Hamas untuk mengambil keputusan.
