Ketika menyampaikan pidato di depan para pendukung dalam upacara perayaan kemenangan pada tgl 04 Juni pagi, waktu lokal, di Seoul, Ibukota Republik Korea, Lee Jae Myung berkomitmen akan menyelesaikan tugas pertama yang diberikan oleh para pemilih negara ini yaitu menyatukan bangsa, mengatasi semua perpecahan di dalam negeri setelah penerapan perintah darurat militer pada akhir tahun 2024 dan menjamin akan tidak pernah terjadi kasus seperti itu.

Selanjutnya, Lee Jae Myung menonjolkan prioritas-prioritas dalam memulihkan ekonomi, memberikan bantuan bagi badan usaha dan warga pada latar belakang ekonomi Republik Korea mengalami banyak tantangan akibat kebijakan tarif dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) – mitra dagang papan atas bagi negara ini. Tentang hubungan antar-Korea, Presiden Lee Jae Myung menyatakan:

“Saya akan mengusahakan dialog dan hubungan antara Republik Korea dan RDRK, mengusahkan cara untuk bersama-sama eksis, bekerja sama dan mengusahakan jalan ke kemakmuran bersama”.

Segera pada Rabu pagi (04 Juni) itu juga, waktu lokal, Lee Jae Myung resmi melakukan pelantikan untuk menjadi Presiden Republik Korea segera setelah Upacara pelantikan di depan Parlemen, tidak menunggu dua bulan transisi kekuasaan seperti kebiasaan.