Presiden Vietnam, Luong Cuong menghadiri sesi perdebatan tersebut (Foto: Lam Khanh/VNA) |
Di depan sesi ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres menekankan bahwa PBB merupakan pedoman moral, pasukan pemelihara perdamaian, pembela hukum internasional, mendorong pembangunan yang berkesinambungan, menjamin hak asasi manusia, mengubah kebijakan global menjadi tindakan konkret.
Sekjen Antonio Guterres juga menekankan bahwa pada latar belakang sekarang, komunitas internasional memerlukan lima pilihan. Pertama, perdamaian harus berdasarkan pada hukum internasional. Kedua, menjamin hak asasi manusia dan harkat diri dengan pelaksanaan semua komitmen internasional tentang hak asasi manusia. Ketiga, mendorong keadilan iklim dan tindakan iklim. Keempat, menggunakan dan memanfaatkan teknologi maju, kecerdasan buatan untuk mengabdi perkembangan dunia dan umat manusia. Kelima, membangun PBB secara inklusif, lebih transparan dan siap utuk abad ke-21.
Dalam pidato pentingnya di Sesi perdebatan tingkat tinggi Sidang MU PBB angkatan ke-80, Presiden Vietnam, Luong Cuong menegaskan bahwa perdamaian merupakan tujuan sekaligus prasyarat yang menentukan pembangunan masa depan yang stabil, setara, demokratis dan berkembang secara makmur.
Presiden Luong Cuong menegaskan Vietnam bertekad melaksanakan target-target strategis untuk menjadi negara berkembang yang mempunyai industri yang modern, pendapatan tinggi-menengah pada tahun 2030 dan sampai tahun 2045 menjadi negara yang berpendapatan tinggi, melaksanakan semua Target pembangunan yang berkesinambungan dan mencapai nol bersih pada tahun 2050.

