Keputusan tersebut diambil setelah Penjabat Presiden sekaligus Perdana Menteri Han Duck-soo dan Deputi Perdana Menteri urusan ekonomi Choi Sang-mok mengundurkan diri pada Jumat (1 Mei) untuk merencanakan pencalonan diri dalam pemilihan presiden luar biasa pada tangga; 3 Juni. Oleh karena itu, menurut undang-undang organisasi pemerintahan Republik Korea, bapak Lee Joo-ho memikul jabatan sebagai Penjabat Presiden.

Penjabat Presiden baru Republik Korea telah memerintahkan militer negara itu untuk meningkatkan kesiagaan ke "tingkat tertinggi" dan menyerukan persiapan menyeluruh untuk menjamin pemilihan presiden mendatang diadakan secara "tertib" dan "adil".

Selain itu, dia juga menginstruksikan Menteri Luar Negeri Cho Tae-yul untuk bekerja sama erat dengan negara-negara sahabat utama guna menjaga kepercayaan internasional terhadap Republik Korea.