Ketika berbicara kepada pers di New York, AS, dalam rangka kehadirannya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa angkatan ke-80, Lavrov menegaskan bahwa dialog antara Rusia dan AS tentang masalah visa, aktivitas kedutaan besar, aset diplomatik, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kegiatan rutin misi-misi diplomatik masih terus berlangsung. Dia juga mengonfirmasikan bahwa dia bersama Menlu AS, Marco Rubio, telah sepakat untuk menyelenggarakan putaran ketiga pada musim gugur ini.
Menlu Rusia, Sergey Lavrov (Foto: REUTERS/Eduardo Munoz)

Terkait Traktat Pemangkasan Senjata Serangan Strategis Baru (New START), Menlu Lavrov menekankan inisiatif baru Rusia, yang disampaikan Presiden Vladimir Putin pada tgl 22 September, mengenai kesiapan untuk mematuhi batas kuantitatif inti dalam kerangka Perjanjian New START selama satu tahun setelah perjanjian itu berakhir pada 5 Februari 2026. Langkah ini bertujuan untuk berkontribusi pada pemeliharaan stabilitas strategis, dengan syarat AS juga melakukan hal serupa dan tidak mengambil tindakan yang dapat merusak keseimbangan deterensi yang sedang berlaku.