Ketika menjawab pertanyaan pers tentang kemungkinan penyelenggaraan satu pertemuan antara dua pemimpin di negara ketiga, Ushakov mengatakan: “Sekarang belum ada yang pasti. Bagaimana yang disetujui para pihak, itu akan terjadi. Namun hingga kini belum ada yang membahas masalah itu”.
Sejak awal tahun hingga sekarang dan setelah acara pelantikan Presiden Donald Trump, dua pemimpin Rusia dan AS telah melakukan lima pembicaraan telepon. Dalam pembahasan pertama, kedua pihak telah sepakat mempertahankan hubungan pribadi, termasuk penyelenggaraan pertemuan tatap muka. Istana Kremlin menjelaskan bahwa satu pertemuan puncak diperlukan "untuk memperkokoh semua hasil yang dicapai di tingkat tertinggi melalui proses kerja keras sebelumnya," dan hingga "persiapan yang sistematis" selesai, masih terlalu dini untuk membicarakan satu pertemuan antara dua pemimpin.
