Pemimpin Rusia juga memberitahukan bahwa dalam proses negosiasi, tidak mengecualikan kemungkinan kedua pihak bisa menyepakati beberapa solusi baru yang terkait dengan gencatan senjata, menghentikan semua tindakan permusuhan dan satu solusi yang didukung oleh Moskow dan Kiev. Menurut Presiden Vladimir Putin, sekarang, keputusan tersebut bergantung pada kalangan otoritas Ukraina dan para pihak yang berdiri di belakangnya.
Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman dan Polandia yang sedang melakukan kunjungan di Kiev, Ibukota Ukraina telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada tgl 10 Mei untuk mendiskusikan upaya-upaya perdamaian. Dalam pembicaraan telepon, semua pihak sepakat bersedia melaksanakan satu gencatan senjata yang sepenuhnya dan tanpa syarat di darat, udara dan laut selama sedikitnya 30 hari, dimulai dari tgl 12 Mei, untuk membuka jalan bagi negosiasi-negosiasi perdamaian menuju ke penghentian konflik yang telah terjadi selama 3 tahun lebih antara Rusia dan Ukraina.
Pada hari yang sama, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menekankan bahwa gencatan senjata di Ukraina perlu segera dilaksanakan tanpa syarat pun. Menurut dia, ini merupakan langkah yang perlu untuk menciptakan syarat bagi perundingan-perundingan yang bermakna antara semua pihak terkait.
