Pada Kamis (26 Juni), ketika berpidato di upacara peringatan HUT ke-80 penandatanganan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sekjen PBB, Antonio Guterres menegaskan bahwa dunia tengah menyaksikan banyak pelanggaran terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB, mulai dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap negara berdaulat; pelanggaran hukum internasional; penargetan warga sipil dan infrastruktur sipil hingga ancaman makanan dan air; serta pelanggaran hak asasi manusia.

Sekjen Antonio Guterres menekankan menjaga semua prinsip Piagam PBB merupakan misi yang tidak pernah berakhir dan lebih dari sebelumnya, perlu untuk menghormati dan berkomitmen kembali pada hukum internasional dalam kata-kata dan tindakan nyata.

Pada 80 tahun yang lalu, (26/6/1945), di San Francisco (AS), utusan dari 50 negara telah menandatangani naskah Piagam PBB, yang membentuk organisasi internasional multilateral pertama, terbesar, dan paling berpengaruh hingga saat ini.