Sekjen To Lam menyampaikan pidato di depan temu kerja tersebut (Foto: VOV)

Pada temu kerja ini, Sekjen To Lam menekankan bahwa pada latar belakang siap menggabungkan Provinsi Gia Lai dan Binh Dinh menjadi satu unit administrasi-ekonomi yang kuat, modern dan lebih efektif, dua Provinsi Gia Lai dan Binh Dinh harus proaktif membuat visi perkembangan yang berjangka panjang, menetapkan terobosan-terobosan strategis tentang manajemen, infrastruktur, sains-teknologi dan sumber daya manusia, mengembangkan setinggi-tingginya semua hal tambahan antara dua daerah agar menjadikan provinsi baru sebagai satu kutub pertumbuhan penting di kawasan Trung-Trung Bo dan turut membawa tanah air menggeliat secara kuat pada tapakan perkembangan yang baru.

Menurut Sekjen To Lam, Provinsi Gia Lai yang baru harus fokus membangun pola perkembangan menurut arah yang seimbang, terintegrasi, terkonektivitas daerah dan terkonektivitas secara komprehensif. Sekjen To Lam mengajukkan:

Setelah digabungkan, dengan area yang luasnya nomor dua di seluruh negeri, Provinsi Gia Lai harus proaktif menguasai situasi daerah setempat, menjamin stabilitas politik, ketertiban dan keselamatan sosial serta kedaulatan perbatasan, laut dan pulau. Bersamaan itu, perlu mengembangkan identitas budaya etnis-etnis, memikirkan kehidupan warga etnis minoritas, terutama daerah terpencil, daerah pelosok, daerah warga etnis minoritas”.