![]() Sebuah iringan kendaraan pengangkut tembaga di Escondida milik BHP Billiton, tambang tembaga terbesar di dunia, yang terletak di Antofagasta, Cile Utara. (Foto : REUTERS/Ivan Alvarado)
|
Di platform medsos “Truth Social”, pada Rabu (9 Juli), waktu lokal, Kepala Gedung Putih, mengatakan bahwa setelah mendapat penilaian keamanan nasional, dia memutuskan untuk mengenakan 50% tarif terhadap tembaga impor. Presiden AS menegaskan bahwa tembaga merupakan logam yang sangat penting untuk melayani industri produksi di AS seperti: semikonduktor, pesawat, kapal laut, muniasi, pusat data, baterai Lithium-ion, sistem radar, sistem pertahanan rudal dan bahkan bahkan senjata hipersonik.

