Dalam konferensi pers terkait insiden tersebut pada Kamis sore (2 Oktober) di Jakarta, Bapak Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan bahwa secara ilmiah, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan di lokasi kejadian.
Pada hari yang sama, tim SAR telah memasuki tahap pencarian dengan menggunakan alat berat, namun seluruh kegiatan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan kemungkinan korban masih dapat ditemukan dalam keadaan hidup.
Gedung Ponpes Al Khoziny diketahui masih dalam tahap pembangunan ketika ambruk pada 29 September lalu. Saat para santri sedang melaksanakan salat di lantai dasar, lantai-lantai atas yang tengah dibangun runtuh dan menimpa bagian bawah gedung.
