Menurut pernyataan bersama tersebut, rencana aksi periode 2026-2030 fokus pada 8 bidang prioritas, di antaranya ada penanganan sampah plastik. Menteri Lingkungan dan Ekologi Tiongkok, Huang Runqiu menegaskan akan mendorong kerja sama internasional untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Menteri Lingkungan Jepang, Keiichiro Asao memberitahukan bahwa negaranya bisa berkontribusi pada upaya bersama dengan memberikan data emisi gas rumah kaca secara transparan, berkat teknologi pengukuran satelit. Sementara itu, Menteri Lingkungan Republik Korea, Kim Sung Hwan menekankan perlunya transisi ke masyarakat yang meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil.