Menurut pernyataan Dewan UE, sanksi sektoral, yang pertama kali diberlakukan pada tahun 2014 dan diperluas secara signifikan sejak Februari 2022, akan terus dipertahankan sampai saat Moskow mengambil langkah-langkah tertentu yang menjadi syarat pencabutannya. Pada saat yang sama, UE menyatakan siap menerapkan langkah-langkah tambahan jika diperlukan. Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali komitmen UE untuk terus mendukung Ukraina.
Sementara itu, ketika menyampaikan pidato tentang hasil pembicaraan di Miami, Amerika Serikat (AS), antara Rusia, AS, dan Ukraina yang berakhir akhir pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Ryabkov mengatakan bahwa sproses dialog masih "berjalan lambat”.
Di pihak AS, Wakil Presiden J.D. Vance mengakui bahwa isu teritorial tetap menjadi hambatan terbesar dalam pembahasan, khususnya terkait wilayah Donbass dan masa depan komunitas berbahasa Rusia di wilayah tersebut.
