Perombakan tersebut berlangsungnya beberapa hari setelah Amerika Serikat menyerang dan menangkap Presiden Maduro untuk diadili di AS. Di kanal televisi nasional, Delcy Rodriguez memberitahukan bahwa Pemerintah bertujuan “memperkokoh hasil-hasil ekonomi yang telah dicapai”. Rodriguez juga mengutip prakiraan Komite Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Amerika Latin dan Karibia (ECLAC) bahwa ekonomi Venezuela berpotensi tumbuh 6,5 persen pada tahun 2025.

Dalam satu perkembangan yang terkait, pada 7 Januari, Grup Permigasan Nasional Venezuela (PDVSA) mengkonfirmasikan sedang melakukan negosiasi dengan AS tentang penjualan sejumlah besar minyak mentah, dalam rangka hubungan perdagangan yang sedang ada antara kedua negara setelah bertahun-tahun mengalami pembatasan akibat sanksi-sanksi.