Vietnam-Indonesia Tingkatkan Hubungan Menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, Kedua Pihak Keluarkan Pernyataan Bersama

(VOVWORLD) - Pada Senin sore (10 Maret), di Kota Jakarta, setelah acara penyambutan yang khidmat, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV), To Lam telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam pembicaraan ini, kedua pemimpin sepakat meningkatkan hubungan Vietnam-Indonesia menjadi Kemitraan strategis yang komprehensif.
Vietnam-Indonesia Tingkatkan Hubungan Menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, Kedua Pihak Keluarkan Pernyataan Bersama - ảnh 1Sekjen To Lam dan Presiden Prabowo Subianto. Foto: VNA

Sekjen To Lam dan Presiden Prabowo Subianto sepakat terus memperdalam kepercayaan politik antara dua negara melalui usaha memperhebat pertukaran delegasi dan kontak, terutama tingkat tinggi, di semua kanal. Kedua pihak sepakat lebih mendorong kerja sama pertahanan-keamanan, memperhebat pertukaran informasi, pekerjaan SAR; memperkuat pembagian pengalaman tentang pencegahan, pemberantasan kriminalitas transnasional, perdagangan manusia, kerja paksa dan ancaman-ancaman teroris.

Sekjen To Lam dan Presiden Prabowo Subianto sepakat memperluas dan memperdalam kerja sama ekonomi, berupaya segera mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 18 miliar USD.

Pada jumpa pers usai pembicaraan, Sekjen To Lam memberitahukan:

Penjalinan hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Vietnam dan Indonesia merupakan tonggak bersejarah, membuka era baru bagi kerja sama antara dua negara di semua kanal dan bidang, membawa hubungan kian menjadi intensif, substansial dan efektif, demi kepentingan rakyat dua negeri, berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, kerja sama dan perkembangan di kawasan dan di dunia.

Pada pihaknya, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto memberitahukan akan segera mengunjungi Vietnam, menyambut baik kesepakatan-kesepakatan yang ditandatangani dan menginginkan agar kesepakatan-kesepakaan kerja sama memberikan hasil guna yang praksis, turut mengembangkan sosial-ekonomi dua negara.

Pada kesempatan ini, kedua pihak telah mengeluarkan pernyataan bersama, di antaranya menekankan penguatan hubungan bilateral; mendorong ASEAN yang bersatu, mandiri, mengembangkan sentralitas dan inklusivitas. Kedua pihak menekankan pentingnya melaksanakan secara penuh dan efektif Deklarasi tentang perilaku para pihak di Laut Timur (DOC) dan mempertahankan, mendorong lingkungan yang kondusif bagi perundingan tentang Kode etik perilaku di Laut Timur (COC), bersamaan itu memacu penyelesaian satu COC yang efektif dan substansial, sesuai dengan hukum internasional.

Berita Terkait

Komentar

Yang lain