Dubes Do Hung Viet (Foto: VNA) |
Ketika menjawab interviu kalangan pers Vietnam di New York, Amerika Serikat (AS), Duta Besar (Dubes) Vietnam, Do Hung Viet, Kepala Perwakilan Tetap Vietnam di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai bahwa Vietnam terus menegaskan peranan, posisi dan identitas di PBB.
Menurut Dubes Do Hung Viet, ada 5 rekam jejak menonjol tentang kegiatan Vietnam di PBB pada tahun 2025. Pertama, perhatian ketat serta partisipasi langsung dari para pemimpin senior Partai dan Negara dalam semua kegiatan penting PBB telah menyebarkan berbagai pesan kuat dari Vietnam. Kedua, penyelenggaraan dengan sukses oleh Vietnam Upacara pembukaan Konvensi mengenai pencegahan dan pemberantasan kriminalitas, satu tonggak bersejarah ketika untuk pertama kalinya nama Hanoi terkait dengan satu konvensi internasional secara global: “Konvensi Hanoi”.
Ketiga, Vietnam menjadi salah satu di antara sedikit negara yang menyambut kunjungan kedua Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam satu masa baktinya (Januari 2025) juga menjadi rekam istimewa. Keempat, Vietnam dipilih kembali menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB dengan jumlah suara dukungan tertinggi di antara para calon kawasan Asia-Pasifik. Kelima, Vietnam mulai mengaktifkan dan menggelarkan tugas Ketua yang ditunjuk Asosiasi Peninjauan Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) tahun 2026.
Menurut Dubes Do Hung Viet, tugas utama Vietnam pada tahun 2026 yaitu memikul peranan sebagai Ketua Konferensi Peninjauan NPT pada April sampai Mei 2026. Ini menjadi salah satu tugas besar penting ketika Vietnam untuk pertama kalinya menjadi Ketua sebuah mekanisme penting papan atas dalam melawan non-proliferasi senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata dan menjamin keamanan serta keselamatan nuklir.
Juga pada tahun 2026, Vietnam akan terus berpartisipasi dan mengembangkan perannya di berbagai mekanisme dan organisasi multilateral di mana Vietnam sedang adalah anggotanya, di antaranya ada Dewan HAM PBB.

