PM Pham Minh Chinh dan PM Kerajaan Thailand, Paetongtarn Shinawatra sebelum pembicaraan. Foto: VOV |
Setelah acara penyambutan, kedua PM menuju ke Kantor Pemerintah untuk melakukan Sidang bersama ke-4 Kabinet Vietnam-Thailand.
Kedua pihak sepakat untuk mendorong dan memperluas kerja sama di bidang-bidang keamanan-pertahanan, hukum dan kehakiman; berkomitmen memperkuat kerja sama dalam pencegahan, pemberantasan kriminalitas transnasional. Dalam kerja sama ekonomi, kedua pihak sepakat untuk memperhebat konektivitas dua perekonomian dalam rangka Strategi “Tiga konektivitas”, berupaya mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 25 miliar USD pada waktu mendatang.
Kedua negara menekankan pentingnya mempertahankan solidaritas, kemandirian, kesatuan dalam keanekaragaman ASEAN, mengembangkan secara kuat sentralitas ASEAN dan mempertahankan perdamaian, kestabilan, keamanan, keselamatan dan kebebasan maritim di Laut Timur berdasarkan hukum internasional, mendorong untuk segera mengesahkan Kode etik perilaku di Laut Timur (COC).
Pada akhir sidang ini, kedua pihak mengesahkan Pernyataan bersama tentang peningkatan hubungan Vietnam-Thailand menjadi Kemitraan strategis yang komprehensif, menyaksikan acara serah terima 8 naskah kerja sama di bidang-bidang ekonomi, keamanan dan pendidikan.
Panorama pembicaraan. Foto: VGP |
Dalam jumpa pers bersama setelah sidang tersebut, PM Pham Minh Chinh memberitahukan:
Kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan strategis yang komprehensif hari ini tidak hanya merupakan tindakan yang simbolik saja, melainkan merupakan satu tuntutan objektif dan strategis untuk membawa hubungan dua negara memasuki tahap baru yang berkembang secara lebih tinggi, intensif, ekstensif, komprehensif, substansial, demi kepentingan rakyat kedua negeri, demi perdamaian dan kerja sama di kawasan ASEAN, demi kemandirian, demi satu Asia yang damai, stabil dan kooperatif di masa depan.
Pada pihaknya, PM Thailand, Paetongtarn Shinawatra menilai bahwa peningkatan hubungan dua negara ke Kemitraan strategis ynag komprehensif akan membuka era baru dalam hubungan bilateral dalam konteks situasi dunia yang penuh dengan instabilitas.


