Melalui penyusunan mekanisme koordinasi, perencanaan tata ruang, serta manajemen dan pengembangannya, pemerintah kota tengah berupaya keras menjadikan "ekonomi malam" sebagai pilar keunggulan guna mendorong pertumbuhan yang cepat dan berkelanjutan.

Kota Ho Chi Minh sejatinya memiliki berbagai kondisi yang ideal untuk memajukan pariwisata malam, seperti: identitas budaya yang heterogen, infrastruktur perkotaan yang modern, serta meningkatnya minat eksplorasi dari para wisatawan. Meski demikian, aktivitas yang ada saat ini masih bersifat sporadis, minim konektivitas, dan belum mampu melahirkan produk wisata yang ikonik. Berbagai kendala terkait perencanaan tata ruang, regulasi jam operasional, keamanan, kelestarian lingkungan, dan strategi komunikasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah kota perlu merumuskan strategi pengembangan pariwisata malam yang komprehensif, ditunjang dengan penataan ruang yang terstruktur serta penguatan produk wisata yang menonjolkan identitas lokal.

Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh Departemen Pariwisata Kota Ho Chi Minh, aktivitas pariwisata malam saat ini sebagian besar terkonsentrasi di beberapa titik, seperti kawasan pejalan kaki Nguyen Hue, Jalan Bui Vien, Pasar Malam Ben Thanh, Dermaga Bach Dang, serta sentra kuliner tepi sungai. Jenis hiburan yang populer mencakup pertunjukan seni jalanan, pusat kuliner, sarana rekreasi, layanan kapal pesiar, dan berbagai destinasi hiburan malam. Menurut Profesor Muda, Dr. Dinh Tien Minh, Dosen Senior di Sekolah Bisnis, Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH), produk dan layanan malam hari saat ini masih kurang memiliki identitas, belum memberikan pengalaman yang mendalam, serta belum membentuk ekosistem yang terintegrasi.

"Produk ekonomi malam kota ini sejatinya terlihat beraneka ragam, namun pada praktiknya terasa monoton, terpencar secara acak di beberapa titik, dan minim akan karakteristik khas, kedalaman makna, ekosistem, serta daya tarik. Di samping itu, terdapat pula keterbatasan ruang dan kurangnya integrasi fungsional."

Proyeksi kedatangan hampir 30 juta wisatawan domestik dan internasional ke Kota Ho Chi Minh pada tahun 2025 merepresentasikan pasar konsumen yang sangat potensial bagi sektor layanan, perbelanjaan, dan hiburan khususnya pada rentang waktu antara pukul 18.00 hingga 06.00 pagi hari berikutnya. Para pakar menilai bahwa ekonomi malam tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan devisa pariwisata, tetapi juga memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi perkotaan. Kendati demikian, aktivitas malam hari seyogianya tidak hanya menargetkan wisatawan, melainkan harus merangkul masyarakat lokal guna menciptakan identitas yang autentik bagi kota ini. Penerapan teknologi digital juga dinilai akan sangat membantu pemerintah dan pelaku usaha dalam mengelola kawasan ekonomi malam secara efisien, sembari meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.

Vo Viet Hoa, Direktur Divisi Pariwisata Internasional di Saigontourist, menegaskan bahwa produk pariwisata harus merefleksikan identitas budaya kota secara gamblang, sehingga mampu menciptakan diferensiasi yang kuat dibandingkan destinasi-destinasi lain di kawasan tersebut.

"Saat ini, konektivitas Kota [Ho Chi Minh] telah diperluas hingga ke Binh Duong dan Ba Ria–Vung Tau. Oleh karena itu, upaya untuk menyinergikan wilayah-wilayah tersebut menjadi satu produk utuh yang mampu merepresentasikan sebuah kawasan metropolitan berskala besar kepada wisatawan internasional merupakan tantangan yang sangat berat bagi kami. Mengingat adanya kendala infrastruktur lalu lintas, untuk sementara waktu kami baru dapat merancang produk wisata secara terpisah berdasarkan wilayah masing-masing."

Salah satu keunggulan paling menonjol dari Kota Ho Chi Minh adalah kondisi geografis dan sistem jaringan sungainya. Hal ini dapat dipadukan dengan pesona kuliner serta kegiatan budaya untuk menghasilkan produk pariwisata malam bernilai tinggi. Nguyen Quoc Ky, Ketua Dewan Direksi PT Pariwisata Vietravel, mengusulkan agar pemerintah kota memetakan secara presisi poros-poros tata ruang, produk, dan kegiatan spesifik guna memajukan ekonomi malam sekaligus memacu ekonomi kreatif.

"Kita harus mampu menetapkan nilai inti dari ekonomi malam sebagai sebuah ekonomi multi-poros. Tidak terbatas hanya di Distrik 1 atau Distrik 5, tetapi di dalam cakupan kota ini sendiri telah terbentuk keberagaman dalam tata ruang yang kecil dan sifat multi-poros dalam kerangka yang lebih luas, seperti: Cho Lon, Chinatown, hingga budaya kuliner malam di Thao Dien... Dari titik tolak tersebut, kita perlu mendorong ekonomi kreatif, dan berani melakukan uji coba, bahkan mengambil risiko kegagalan, demi menciptakan nilai tambah bagi pembangunan kota secara menyeluruh."

Di tengah iklim persaingan antar destinasi yang semakin kompetitif, eksploitasi efektif terhadap "tambang emas" ekonomi malam tidak hanya akan mendongkrak pundi-pundi pendapatan dan memperpanjang masa tinggal wisatawan. Lebih dari itu, langkah ini akan menciptakan momentum baru bagi pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan visi untuk mewujudkan Kota Ho Chi Minh sebagai pusat pariwisata dan jasa yang dinamis di tingkat regional./.