Di bawah rimbunan pepohonan di dalam pekarangan Benteng Kerajaan Thang Long, gerai-gerai didekorasi dengan warna-warna cerah yaitu emas, merah, ungu, dan biru kehijauan... yang menjadi ciri khas festival Thailand. Dengan tema "Kehidupan Kreatif - Denyut Kreatif", festival tahun ini menghadirkan gambaran kehidupan budaya Thailand yang berwarna-warni.
“Saya pernah mengunjungi Thailand, jadi saya ingin datang ke sini untuk melihat apakah suasana Thailand miniatur ini berbeda dengan negeri aslinya. Saya melihat bahwa barang-barang yang dipajang mirip dengan yang ada di sana, mulai dari makanan dan suvenir hingga cara penataan gerai. Kegiatan-kegiatan seperti ini membantu masyarakat Vietnam lebih memahami Thailand.”
Kekhasan festival tahun ini tidak terletak pada skala pamerannya semata, tetapi pada cara unsur-unsur budaya dihubungkan menjadi sebuah pengalaman yang terpadu. Pengunjung dapat berpindah dari zona pameran busana tradisional ke zona perkenalan perfilman, lalu berhenti di zona permainan rakyat. Pengunjung juga dapat, mengenakan busana tradisional Thailand, atau mendengarkan penjelasan tentang Festival Songkran, dan diakhiri dengan kunjungan di zona kuliner.
Di zona kuliner, gerai-gerai yang menjual ketan mangga, pad thai, teh susu Thailand, dan hidangan lainnya, selalu ramai pengunjung. Selain menikmati makanan, pengunjung juga dapat mendengarkan penjelasan tentang asal-usul, cara pembuatannya, serta peran kuliner dalam kehidupan masyarakat Thailand. Banyak anak muda yang pernah belajar di Thailand juga menemukan kenangan yang familiar di festival ini.
“Hari ini, kami datang ke sini untuk bernostalgia dan kami sangat gembira saat mengunjungi, memahami, dan merasakan budaya Thailand secara langsung, mulai dari kuliner hingga pakaian. Kami juga mencicipi hidangan dan ikut berbagai permainan rakyat Thailand. Acara ini sangat bermanfaat dan menarik, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan budaya kedua negara.”
Salah satu zona yang paling banyak menarik pengunjung adalah ruang perkenalan busana tradisional Thailand. Busana tersebut, yang terinspirasi oleh warisan Permaisuri Janda Sirikit, dipresentasikan tentang bahan, teknik tenun, dan makna budaya di balik setiap desain. Urawadee Sriphiromya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Thailand untuk Vietnam, menyatakan:
“Festival tahun ini memuliakan warisan Permaisuri Janda Sirikit, orang yang mendedikasikan kehidupannya untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya tradisional Thailand, khususnya menciptakan delapan model busana tradisional Thailand. Thailand telah menominasikan “Chud Thai: Pengetahuan, Kesenian, dan Praktik Busana Tradisional Thailand” untuk dimasukkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Umat Manusia UNESCO tahun ini. Kami berharap dapat menerima dukungan dari sahabat Vietnam dan para anggota UNESCO.
Dari sebuah festival budaya, "Denyut Thailand di Jantung Hanoi 2026" menjadi simbol hidup bagi semangat ASEAN — di mana identitas dibagi, perbedaan dihormati, dan konektivitas antar masyarakat terus menciptakan fondasi yang berkelanjutan bagi hubungan antar negara. Warna-warni budaya, kisah sehari-hari, dan pertemuan sederhana berkontribusi untuk memupuk fondasi yang mantap bagi hubungan antara masyarakat negara-negara, termasuk masyarakat Vietnam dan Thailand.
