Presiden Rusia Vladimir Putin memulai kunjungan tiga hari ke Tiongkok.
(Foto:hoikinhbac-de.com)

Rusia dan Tiongkok memperkuat hubungan stretegis.
(Foto:hoikinhbac-de.com)

Hunhubungan kemitraan strategis yang terpecaya dan menyeluruh yang direncanakan akan dikongkritkan oleh dua pihak dengan Pernyataan Besama Rusia-Tiongkok.
( Foto: dvt.vn)
Dua pihak juga berhaluan mendorong investasi dan mengembangkan kerjasama secara sinkron di bidang-bidang ilmu pengetahuan, teknik, penemuan dan panten. Bertekat memperkuat hubungan kemitraan strategis yang terpecaya dan menyeluruh yang direncanakan akan dikongkritkan oleh dua pihak dengan Pernyataan Besama Rusia-Tiongkok, yang disertai dengan 17 dokumen kerjasama di banyak bidang. Bisa dikatakan, semua gerak gerik tersebut dijanjikan akan membantu dua pihak meningkatkan nilai perdagangan yang sekarang mencapai 80 miliar USD per tahun menjadi 100 miliar USD pada tahun 2015 dan 200 miliar USD pada tahun 2020.
Menurut para analis, dengan memasukkan Tiongkok ke dalam daftar negara-negara pertama yang akan dikunjungi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin setelah dilantik menunjukkan adanya penghargaan terhadap perkembangan hubungan dengan Tiongkok, bersamaan itu memanifestasikan kestabilan dalam politik diplomatik Federasi Rusia. Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Tiongkok sama sekali sesuai dengan pernyataan-pernyataan yang diajukan sebelumnya. Dalam artikel yang dimuat pada bulan Februari lalu dengan judul: “Rusia dan Dunia sedang berubah”, Presiden Vladimir Putin menempatkan Tiongkok ke dalam prioritas dalam politik hubungan luar negeri Moskwa diantara negara-negara Asia –Pasifik. Dia mengatakan bahwa perkembangan yang dialami Tiongkok merupakan kesempatan besar bagi Rusia. Memamg benar sebelum kunjungan, website Kementerian Luar Negeri Rusia telah menegaskan bahwa baik Rusia maupun Tiongkok berhaluan memperkuat lebih lanjut lagi hubungan strategis.
Direktur Akademi Hubungan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Rusia Evgeny Bazhanov mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan Presiden Vladimir Putin di Tiongkok mengandung banyak arti. Rusia akan menegaskan kembali keinginan mempertahankan hubungan bilateral dengan Tiongkok dan dua fihak akan mengungkapkan banyak masalah untuk mendorong hubungan bilateral. Lebih-lebih lagi, Rusia juga sedang menginginkan agar Tiongkok melakukan koordinasi secara harmonis dalam memecahkan semua masalah internasional dan dalam upaya membangun dunia multi kutub. Sedangkan, menurut pakar urusan Tiongkok dari Institut Ilmu Pengetahuan Rusia Georgy Klunadze, kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Beijing kali ini memperlihatkan ke mana orientasinya politik hubungan luar negeri Moskwa. Hubungan Moskwa - Beijing selama 8 tahun Putin selaku Presiden dan 4 tahun selaku Perdana Menteri masih tetap erat. Dan kunjungan yang dilakukan Presiden Vladimir Putin di Tiongkok kali ini akan terus memanifestsaikan dengan jelas kecenderungan ini, bertujuan memperkuat hubungan kemitraan strategis yang terpecaya dan menyeluruh Rusia-Tiongkok./.
